Jelang Ramadan, Pemkot Pangkalpinang Pantau Harga Pangan, Ayam dan Minyak Kita Alami Kenaikan

 

PANGKALPINANG,VISSIONNEWS.COM- Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Pangan dan Pertanian terus melakukan pemantauan terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar menjelang bulan suci Ramadan. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa secara umum harga masih relatif stabil, meski beberapa komoditas mulai mengalami kenaikan.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri, menyebutkan bahwa kenaikan harga terjadi pada sejumlah komoditas seperti bawang putih, ikan kembung, dan ikan tongkol. Menurutnya, faktor cuaca menjadi salah satu penyebab utama naiknya harga ikan di pasaran.

“Secara umum harga masih stabil, tapi ada kenaikan pada bawang putih sekitar Rp500, kemudian ikan kembung dan ikan tongkol karena pengaruh cuaca,” ujar Yiyi, Kamis (22/1/2026).

Selain itu, harga ayam potong juga mulai merangkak naik dari sebelumnya Rp36.500 per kilogram menjadi sekitar Rp38.000 per kilogram. Kenaikan ini dipicu meningkatnya permintaan masyarakat menjelang perayaan keagamaan Isra Mikraj serta tradisi Ruwahan yang biasa dilakukan warga menjelang Ramadan.

Sementara untuk komoditas Minyakita, Yiyi mengungkapkan bahwa harga di tingkat pengecer saat ini mencapai Rp17.000 per liter, lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh panjangnya rantai distribusi dari produsen hingga ke pengecer.

“Sekarang Bulog sudah ditunjuk sebagai distributor Minyakita untuk membantu menekan harga di tingkat pengecer agar kembali sesuai HET,” jelasnya.

Dalam menghadapi Ramadan, pemerintah daerah juga mengantisipasi potensi kenaikan harga pada sejumlah komoditas strategis, seperti cabai besar, cabai keriting, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, ayam, daging sapi, dan telur. Hal ini mengingat Pangkalpinang bukan merupakan daerah penghasil, sehingga pasokan harus didatangkan dari luar daerah.

Untuk menjaga stabilitas harga, pemantauan dilakukan secara rutin melalui rapat koordinasi pengendalian inflasi yang digelar setiap Senin bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Sekretaris Daerah, serta para distributor.

Sebagai langkah konkret membantu masyarakat, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang juga merencanakan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) sekitar satu minggu sebelum Ramadan, guna menyediakan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.

“Kami berharap melalui GPM, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih ringan menjelang puasa,” pungkas Yiyi.

 

Share

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *