PANGKALPINANG,VISSIONNEWS.COM – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus mengintensifkan Program Pangkalpinang Asri sebagai upaya membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat. Aksi gotong royong yang digelar setiap Jumat kali ini dipusatkan di sepanjang Jalan A.R. Hundani, wilayah perbatasan Kecamatan Gabek dan Pangkalbalam, dengan melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pertiba.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pangkalpinang, Fahrizal, mengatakan pemilihan lokasi tersebut bukan tanpa alasan. Kawasan itu masih kerap dijadikan tempat pembuangan sampah secara sembarangan, sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.
“Program Pangkalpinang Asri kami laksanakan secara rutin setiap Jumat. Sasarannya adalah titik-titik yang selama ini sering dijadikan lokasi pembuangan sampah liar. Hari ini kami bersama OPD, mahasiswa KKN Universitas Pertiba, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas bergotong royong membersihkan kawasan perbatasan Pangkalbalam dan Gabek,” kata Fahrizal, Jumat (24/7/2026).
Ia menegaskan lokasi tersebut bukan merupakan tempat pembuangan sampah resmi. Karena itu, masyarakat diminta tidak lagi membuang sampah di kawasan tersebut dan mulai memanfaatkan layanan pengangkutan sampah yang telah disediakan pemerintah.
Menurut Fahrizal, DLH telah menyiapkan sistem pengangkutan sampah rumah tangga yang dapat dimanfaatkan warga. Bagi masyarakat yang belum terdaftar sebagai pelanggan, cukup melapor melalui kelurahan atau langsung kepada petugas DLH agar sampah dapat dijemput dari depan rumah.
“Jangan membuang sampah sembarangan. Sampah rumah tangga sudah ada layanan penjemputannya. Kalau belum berlangganan, silakan koordinasi dengan kelurahan atau petugas DLH agar bisa dilayani,” tegasnya.
Fahrizal berharap kegiatan gotong royong yang dilakukan secara berkelanjutan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri, bukan hanya mengandalkan pemerintah.
“Kami ingin kepedulian terhadap kebersihan tidak hanya dimiliki oleh pegawai pemerintah, tetapi juga menjadi budaya masyarakat. Jika lingkungan dijaga bersama, Kota Pangkalpinang akan semakin bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Pangkalpinang, Agustu Afendi, menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong merupakan agenda rutin yang telah dijadwalkan DLH. Seluruh OPD dibagi ke sejumlah titik pembersihan di sepanjang Jalan A.R. Hundani agar pekerjaan dapat dilakukan secara efektif.
Menurut Agustu, keberhasilan Program Pangkalpinang Asri sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, mulai dari membuang sampah pada tempatnya hingga membersihkan lingkungan sekitar rumah secara mandiri.
“Pemerintah hanya menjadi penggerak dan memberikan contoh. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat ikut berperan sehingga budaya hidup bersih benar-benar tumbuh di Kota Pangkalpinang,” katanya.










