PANGKALPINANG,VISSIONNEWS.COM – Program Gerakan Pangan Murah (GPM) terus digulirkan Pemerintah Kota Pangkalpinang sebagai salah satu langkah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Hingga Kamis (24/9/2026), pelaksanaan GPM di Pangkalpinang telah memasuki agenda ke-15. Kegiatan kali ini berlangsung di Kelurahan Kejaksaan, Kecamatan Taman Sari.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri, mengatakan program tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk membeli sejumlah komoditas pangan dengan harga di bawah harga pasar.
Menurutnya, selain menekan beban pengeluaran masyarakat, kualitas bahan pangan yang dijual tetap menjadi perhatian dalam setiap pelaksanaan GPM.
“Harapannya, melalui gerakan pangan murah ini, masyarakat khususnya di Kelurahan Kejaksaan dan seluruh masyarakat Pangkalpinang bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih murah dibandingkan di pasaran, tetapi kualitasnya tetap baik,” ujar Yiyi.
Pada pelaksanaan kali ini, terdapat 13 vendor yang ikut ambil bagian. Sebanyak tujuh vendor di antaranya merupakan UP2K PKK.
Sementara vendor lainnya berasal dari penyedia kebutuhan pangan pokok, seperti Bulog, distributor Dayat, pedagang telur dan ayam, serta Kelompok Wanita Tani (KWT).
Sejumlah komoditas yang dijual dalam GPM ditawarkan dengan harga lebih rendah dibandingkan harga yang berlaku di pasar.
Yiyi mencontohkan harga daging ayam. Jika harga ayam di pasaran berada pada kisaran Rp46.000 hingga Rp50.000, dalam kegiatan GPM masyarakat bisa mendapatkannya dengan harga Rp40.000.
Sementara ayam ukuran bulat dijual dengan harga Rp32.000.
Komoditas telur juga mendapat harga khusus. Dari harga pasar yang berada di kisaran Rp30.000, telur dalam kegiatan GPM ditawarkan Rp27.000.
Yiyi berharap selisih harga tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
“Dengan harga yang lebih terjangkau ini, kita berharap masyarakat bisa terbantu dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari,” katanya.
Program pangan murah tersebut belum berhenti pada pelaksanaan ke-15. Pemerintah Kota Pangkalpinang masih menjadwalkan tiga kegiatan GPM lainnya hingga akhir tahun.
Jika seluruh agenda terlaksana sesuai rencana, GPM di Pangkalpinang akan digelar sebanyak 18 kali sepanjang 2026.
Yiyi menyebutkan, agenda selanjutnya berkaitan dengan momentum Hari Pangan Sedunia. GPM juga akan kembali digelar menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat ketika kebutuhan terhadap sejumlah komoditas pangan meningkat dan harga berpotensi mengalami perubahan.
Di sisi lain, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang juga berencana melakukan pendataan ulang terhadap Kelompok Wanita Tani (KWT) yang tersebar di wilayah kota.
Pendataan tersebut dilakukan karena jumlah KWT di Pangkalpinang cukup banyak dan masing-masing kelompok memiliki kondisi serta potensi yang berbeda.
Yiyi mengatakan inventarisasi diperlukan untuk melihat perkembangan kelompok, termasuk KWT yang telah memiliki sarana pendukung kegiatan pertanian seperti fasilitas hidroponik.
“KWT yang ada akan kita inventarisasi kembali, kemudian dilakukan pembinaan, terutama oleh bidang pertanian, agar kelompok-kelompok tersebut bisa lebih produktif,” jelasnya.
Melalui pendataan dan pembinaan tersebut, KWT diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan kelompok, tetapi juga mampu meningkatkan produksi pangan.
Penguatan KWT bersama keberlanjutan program GPM diharapkan dapat mendukung ketersediaan pangan lokal sekaligus memperluas akses masyarakat Pangkalpinang terhadap bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.










