Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 15.10 WIB tersebut berdampak pada sekitar 2.000 jiwa. Lebih dari 450 rumah dilaporkan ikut terbakar dalam peristiwa itu.
Melihat besarnya dampak kebakaran, pemerintah bergerak mengerahkan Tim Reaksi Cepat yang melibatkan tenaga teknis, petugas pemadam kebakaran, BPBD, Tim SAR, Brimob, relawan, serta unsur pemerintah daerah. Tim tersebut ditugaskan untuk membantu evakuasi warga dan memastikan penyaluran bantuan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Saat berada di lokasi pengungsian, Hidayat turut memeriksa kesiapan dapur umum, kebersihan fasilitas yang digunakan pengungsi, serta ketersediaan logistik dan obat-obatan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan warga memperoleh pelayanan dasar selama berada di tempat pengungsian.
“Pada tahap pertama, kita utamakan keselamatan warga. Posko pengungsian dan dapur umum telah disiapkan,” kata Hidayat.
Selain memastikan kebutuhan mendesak terpenuhi, Gubernur meminta pemerintah daerah melakukan pendataan terhadap kerusakan dan kerugian akibat kebakaran secara cermat. Data tersebut dinilai penting sebagai dasar dalam menyusun langkah pemulihan, khususnya bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Hidayat juga menyampaikan apresiasi kepada aparat gabungan dan para relawan yang terlibat dalam penanganan bencana. Di sela kunjungannya, ia menyapa warga yang mengungsi sekaligus mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran.
Sementara itu, Sekda Babel Fery Afriyanto menyerahkan bantuan masker secara simbolis kepada Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu melindungi warga dari paparan asap dan debu selama proses pembersihan area terdampak berlangsung.
Sinergi antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus diperkuat untuk mendukung penanganan darurat. Koordinasi lintas sektor diharapkan mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan pengungsi sekaligus mendorong pemulihan kehidupan masyarakat pascakebakaran.










