Gubernur Hidayat Arsani hadir bersama Sekretaris Daerah, Inspektur, sejumlah kepala perangkat daerah, serta Kepala Biro Umum. Rombongan disambut Direktur Polman Babel, I Made Andik Setiawan, bersama jajaran senat akademik, dosen, dan mahasiswa.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) menjalin kerja sama dengan Polman Babel untuk menyelaraskan kurikulum Program Studi Teknologi Budidaya Perikanan.
Perjanjian Kerja Sama (PKS) berlaku selama lima tahun dan ditandatangani Kepala DKP Babel, Yopi Wijaya, yang bertindak mewakili pemerintah provinsi berdasarkan Surat Kuasa Khusus Gubernur, bersama Direktur Polman Babel, I Made Andik Setiawan.
Kerja sama ini diarahkan untuk memastikan materi pembelajaran di perguruan tinggi selaras dengan kebutuhan industri perikanan budidaya. Ruang lingkupnya meliputi penyusunan dan evaluasi kurikulum, pertukaran tenaga pengajar, pelaksanaan penelitian bersama, fasilitasi magang mahasiswa, serta penyelarasan kompetensi lulusan dengan standar dunia kerja.
Melalui kemitraan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan sektor perikanan di Bangka Belitung.
Selain meresmikan fasilitas kampus dan menandatangani kerja sama, Gubernur Hidayat Arsani juga menyerahkan sejumlah bantuan pendidikan kepada Polman Babel dan mahasiswa penerima manfaat.
Bantuan yang disalurkan terdiri atas:
- Beasiswa Program Kerja Sama untuk Polman Babel sebesar Rp200 juta.
- Beasiswa sebesar Rp8 juta masing-masing kepada dua mahasiswa, Rezki Mauliana dan Nurul Huda.
- Bantuan Sosial (Bansos) Pendidikan sebesar Rp5 juta kepada Muhammad Ihsan Shabirin.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu menunjang penyelenggaraan pendidikan sekaligus meringankan beban mahasiswa dalam menempuh studi.
Dalam sambutannya, Hidayat Arsani menekankan bahwa keberadaan Kampus BBIS harus memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan dan pembangunan daerah. Ia meminta fasilitas yang tersedia tidak sekadar menjadi bangunan fisik, tetapi dikembangkan menjadi ruang pembelajaran, penelitian, dan inovasi.
Menurutnya, mahasiswa vokasi perlu memanfaatkan sarana pendidikan serta dukungan pemerintah secara maksimal agar mampu meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan di dunia kerja.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh sehingga dapat tumbuh menjadi generasi muda yang unggul, tangguh, dan memiliki daya saing.
Direktur Polman Babel, I Made Andik Setiawan, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terhadap pengembangan kampus dan pendidikan vokasi.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan BBIS merupakan tanggung jawab besar yang akan dijalankan dengan mengedepankan pengembangan inovasi dan riset terapan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan akademik dosen dan mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Pengembangan BBIS juga diproyeksikan mendukung kemajuan sektor perikanan melalui penelitian dan penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
Peresmian kampus, kerja sama penyelarasan kurikulum, serta penyaluran beasiswa ini menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih erat antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi vokasi.
Dengan dukungan fasilitas dan kolaborasi tersebut, Polman Babel diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia terampil yang siap memasuki dunia kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta membuka peluang pengembangan usaha dan lapangan kerja baru di Bangka Belitung.










