Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Pol Murry mengajak jemaat untuk terus merawat kerukunan dan tidak mudah terpengaruh oleh provokasi yang dapat memecah belah persatuan.
Ia menegaskan bahwa keberagaman merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat yang harus disikapi dengan saling menghormati dan menjaga persaudaraan.
“Perbedaan itu indah. Jangan sampai kita terpecah belah oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Mari kita jaga persatuan, saling menghormati, dan terus mempererat kerukunan di tengah keberagaman,” kata Murry.
Selain menyoroti pentingnya toleransi, Wakapolda Babel juga mengingatkan masyarakat mengenai ancaman penyalahgunaan narkoba, terutama bagi generasi muda. Menurutnya, narkoba bukan hanya merusak masa depan penggunanya, tetapi juga dapat berdampak terhadap keharmonisan keluarga dan lingkungan sosial.
Karena itu, ia mengajak seluruh jemaat untuk ikut mengambil peran dalam pencegahan narkoba serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), dimulai dari lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Murry berharap masyarakat tidak bersikap pasif terhadap potensi gangguan keamanan, melainkan membangun kepedulian dan meningkatkan kewaspadaan demi terciptanya lingkungan yang aman.
“Saya berharap seluruh jemaat dapat menjadi polisi bagi dirinya sendiri dan menjadi pelopor keamanan di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman, nyaman, dan terbebas dari bahaya narkoba,” tegasnya.
Di hadapan jemaat, Murry turut mengingatkan pentingnya menggunakan media sosial secara bertanggung jawab. Ia meminta masyarakat lebih cermat sebelum menulis komentar, mengunggah konten, maupun menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Menurutnya, penggunaan media sosial tanpa pertimbangan dapat memicu kesalahpahaman dan konflik di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, setiap pengguna perlu memikirkan dampak dari informasi yang dibagikan kepada publik.
“Kalau dahulu kita mengenal istilah mulutmu harimaumu, sekarang istilah itu bisa berubah menjadi jarimu harimaumu. Karena itu, pikirkan terlebih dahulu sebelum mengetik dan membagikan sesuatu di media sosial,” ujarnya.
Murry menambahkan, kegiatan Minggu Kasih merupakan bagian dari komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi warga, serta membangun rasa aman melalui komunikasi dan pendekatan yang humanis.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat. Sinergi yang terbangun diharapkan turut menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kepulauan Bangka Belitung agar tetap aman, damai, dan kondusif di tengah keberagaman masyarakat.










