PANGKALPINANG,VISSIONNEWS.COM- Wali Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin secara resmi membuka Festival Kampung Bintang 2026 pada Jumat siang (3/4/2026) di Kampung Bintang Pangkalpinang. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival budaya tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kota Pangkalpinang, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia, komunitas, sponsor, relawan, serta seluruh masyarakat yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Festival Kampung Bintang ini,” ujar Prof Udin.
Ia menegaskan bahwa Festival Kampung Bintang merupakan agenda perdana tahun ini yang diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi bagian dari kalender pariwisata nasional. Menurutnya, festival ini berpotensi menarik lebih banyak pengunjung, khususnya masyarakat Tionghoa, serta wisatawan dari berbagai daerah.
Festival ini juga digelar sebagai bentuk penyambutan bagi masyarakat yang pulang ke Pangkalpinang untuk melaksanakan tradisi Cheng Beng. Momentum ini dimanfaatkan pemerintah kota untuk menghadirkan suasana hangat melalui sajian kuliner khas seperti Teh Pusoi, Taifufa, hingga Kue Pang.
“Kita ingin menyambut saudara-saudara kita yang pulang kampung untuk Cheng Beng. Bahkan sejak beberapa hari terakhir, penerbangan menuju Pangkalpinang sudah penuh,” tambahnya.
Prof Udin juga menjelaskan bahwa Festival Kampung Bintang tidak hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai penghormatan kepada leluhur, kebersamaan keluarga, serta harmoni dalam keberagaman. Ia menyoroti kuatnya akulturasi budaya antara masyarakat Melayu dan Tionghoa di Pangkalpinang yang telah terjalin sejak lama.
Festival yang berlangsung hingga 5 April 2026 ini dirancang berlangsung pada sore hingga malam hari. Selain menghormati pelaksanaan ritual Cheng Beng di pagi hari, konsep malam juga dihadirkan untuk menciptakan suasana reflektif dan estetis yang menarik secara visual.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa festival ini dikemas sebagai festival heritage yang menggabungkan nilai tradisi dengan sentuhan modern, sehingga tetap relevan bagi generasi muda.
“Festival Kampung Bintang ini kita posisikan sebagai bagian dari penguatan wisata budaya religi dan heritage Kota Pangkalpinang, sekaligus menjadi simbol toleransi dan keberagaman,” jelasnya.
Mengusung tema “Menjaga Tradisi, Mempererat Kebersamaan”, festival ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat, khususnya dalam mendukung UMKM dan sektor industri kreatif.
Pemerintah Kota Pangkalpinang optimistis Festival Kampung Bintang dapat menjadi agenda budaya unggulan yang memperkuat identitas kota sekaligus meningkatkan daya tarik wisata di tingkat nasional.










