20 Peserta SMK Go Global Pangkalpinang Disiapkan Tembus Pasar Kerja Luar Negeri

PANGKALPINANG,VISSIONNEWS.COM– Peluang tenaga kerja asal Pangkalpinang untuk berkarier di luar negeri mulai dibuka melalui program SMK Go Global. Sebanyak 20 peserta kini menjalani pelatihan intensif sebagai tahap awal sebelum dipersiapkan menuju proses penempatan kerja di luar negeri.

Program yang digagas pemerintah tersebut menjadi langkah Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pangkalpinang dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal agar mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional.

Kepala Disnaker Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti, mengatakan peserta yang mengikuti program ini telah melewati proses seleksi secara bertahap.

Menurutnya, terdapat 51 orang yang mendaftar pada tahap awal. Setelah dilakukan seleksi administrasi, jumlah peserta mengerucut menjadi 26 orang. Selanjutnya, seleksi akhir dilakukan oleh BP3MI Provinsi Sumatera Selatan hingga akhirnya ditetapkan 20 peserta.

“Yang mengikuti program seleksi itu 51 orang. Dari 51 orang itu, yang lulus administrasi sebanyak 26 orang. Kemudian lulus seleksi akhir yang dilaksanakan oleh BP3MI Provinsi Sumsel, terpilihlah 20 orang ini,” ujar Amrah, Kamis (3/9/2026).

Para peserta selanjutnya akan mengikuti pelatihan selama kurang lebih tiga bulan. Pembekalan tersebut difokuskan pada keterampilan barista sekaligus penguatan kemampuan bahasa Inggris.

Amrah menyebut kemampuan bahasa asing menjadi bagian penting dalam program tersebut karena sejumlah negara tujuan kerja mensyaratkan calon pekerja migran menguasai bahasa Inggris.

“Untuk ini kekhususannya kejuruan barista dengan kompetensi bahasa Inggris. Karena beberapa negara tujuan itu mensyaratkan untuk kemampuan dalam berbahasa Inggris,” katanya.

Mengenai negara tujuan, Amrah mengatakan peluang penempatan saat ini salah satunya mengarah ke Arab Saudi. Kendati demikian, peserta tidak hanya diproyeksikan ke satu negara.

Penempatan nantinya akan disesuaikan dengan kompetensi, bakat, minat, serta kebutuhan tenaga kerja dari negara yang membuka peluang.

“Potensi untuk negara tujuan pada saat ini memang ada di Arab Saudi. Tetapi tidak menutup kemungkinan beberapa negara lain, asalkan sesuai dengan kompetensi selama mereka pelatihan, itu tetap kita rekomendasikan nanti,” jelasnya.

Pelatihan dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2026. Setelah menyelesaikan seluruh materi, peserta masih harus menjalani uji kompetensi sebelum memasuki tahapan penempatan.

Disnaker akan mendorong proses pemberangkatan berlangsung lebih cepat apabila peserta telah memenuhi standar kompetensi dan terdapat permintaan tenaga kerja dari negara tujuan.

“Kalau memang sudah cepat bisa menyelesaikan uji kompetensinya dan sesuai dengan permintaan negara tujuan, kita upayakan secepat mungkin bisa diberangkatkan,” tutur Amrah.

Program SMK Go Global ini menjadi pengalaman perdana bagi Kota Pangkalpinang. Karena itu, Disnaker berharap para peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaik selama mengikuti pelatihan.

Keberhasilan 20 peserta tersebut dinilai penting untuk membangun kepercayaan pemerintah pusat terhadap kesiapan tenaga kerja dari Pangkalpinang.

Amrah berharap program tersebut dapat membuktikan bahwa daerahnya memiliki sumber daya manusia yang mampu bersaing di pasar kerja internasional.

“Kami ingin menunjukkan kepada pihak Kementerian Perlindungan Pekerja Migran bahwa kita layak sebagai daerah yang punya calon tenaga kerja yang kompeten untuk bisa diikutsertakan atau bekerja di luar negeri,” ungkapnya.

Jika program perdana tersebut berjalan baik, peluang penambahan kuota pada tahun berikutnya terbuka lebar.

“Tidak menutup kemungkinan untuk tahun-tahun berikutnya kalau ini memang bagus dan baik, mungkin kuota kita akan ditambah lagi,” kata Amrah.

Disnaker juga mengingatkan masyarakat agar memahami bahwa program SMK Go Global merupakan bagian dari skema resmi pemerintah.

Dengan mekanisme tersebut, calon pekerja migran mendapatkan pembekalan dan proses penempatan melalui jalur yang telah ditentukan pemerintah.

Amrah menilai jalur resmi penting untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat yang hendak mencari pekerjaan di luar negeri.

“Kalau ini resmi. Ini memang skema pemerintah. Untuk Perlindungan Pekerja Migran ini khusus yang menangani pekerja kita yang akan ditempatkan di luar negeri,” tegasnya.

Ia menambahkan, SMK Go Global merupakan salah satu program pemerintah pusat yang diarahkan untuk menyiapkan calon pekerja migran dengan keterampilan yang dibutuhkan sebelum mereka ditempatkan di negara tujuan.

“SMK Go Global ini juga merupakan program pemerintah pusat,” pungkas Amrah.

Share

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *