Libatkan Pelajar, PT TIMAH Tbk Dorong Kepedulian Lingkungan Lewat Aksi Tanam Mangrove

PANGKALPINANG,VISSIONNEWS.COM- Upaya pelestarian lingkungan terus dilakukan PT TIMAH Tbk dengan melibatkan generasi muda secara langsung melalui kegiatan penanaman mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Bangka. Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun kesadaran lingkungan sejak usia sekolah.

Melalui aksi tanam mangrove, para pelajar tidak hanya berperan sebagai peserta kegiatan, tetapi juga mendapatkan pembelajaran tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Mereka dikenalkan pada fungsi mangrove sebagai pelindung pantai dari abrasi, penyangga ekosistem laut, serta penopang kehidupan masyarakat pesisir.

Kegiatan ini masuk dalam rangkaian program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT TIMAH Tbk yang berfokus pada edukasi lingkungan berkelanjutan dan mitigasi dampak perubahan iklim.

Salah satu kegiatan dilaksanakan bersama siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Bangka di kawasan Kolong Buntu, Balai Karya Air Kantung, Sungailiat. Selain itu, perusahaan juga berpartisipasi aktif dalam mendukung Program Sekolah Adiwiyata melalui penanaman ribuan bibit mangrove di kawasan Pantai Takari, Kabupaten Bangka.

Program Adiwiyata tersebut melibatkan pelajar dari sejumlah sekolah dasar, di antaranya SDN 24 Sungailiat, SDN 17 Sungailiat, dan SDN 22 Sungailiat. Dalam kegiatan itu, sebanyak 3.000 bibit mangrove ditanam di sepanjang pesisir Pantai Takari.

Ketua Pelaksana kegiatan, Heti Rukmana, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi PT TIMAH Tbk dalam mendukung kegiatan pelestarian lingkungan di wilayah pesisir.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan PT TIMAH Tbk yang telah membantu penuh kegiatan penanaman mangrove ini. Ini sangat berarti bagi upaya menjaga lingkungan pesisir,” ujarnya.

Departement Head Corporate Communication PT TIMAH Tbk, Anggi Siahaan, mengatakan keterlibatan pelajar dalam kegiatan lapangan diharapkan mampu membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini.

“Edukasi lingkungan tidak cukup hanya di ruang kelas. Melalui kegiatan langsung seperti penanaman mangrove, anak-anak bisa memahami bahwa menjaga alam harus dilakukan dengan tindakan nyata,” jelasnya.

Selain penanaman, peserta juga dibekali materi tentang teknik penanaman yang tepat, manfaat ekologis mangrove, serta pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir agar tetap berfungsi optimal bagi lingkungan dan kehidupan sekitar. (*)

Share

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *