PANGKALPINANG,VISSIONNEWS.COM- Ketua LAZISMU Kota Pangkalpinang, Rifki Wirmansyah menerima kunjungan penelitian lapangan dari dua mahasiswi Universitas Bangka Belitung (UBB), Kamis (7/5/2026). Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka observasi implementasi ekonomi syariah pada pengelolaan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS).
Dua mahasiswi Jurusan Manajemen dan Bisnis UBB, Feibey Rahma dan Romadia, melakukan penelitian langsung mengenai tata kelola lembaga amil zakat di LAZISMU Pangkalpinang.
Rifki Wirmansyah mengatakan, keterlibatan mahasiswa menjadi langkah positif untuk membangun sinergi antara dunia akademik dan lembaga filantropi Islam, khususnya dalam meningkatkan edukasi serta transparansi pengelolaan zakat.
Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen literasi yang dapat membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan zakat secara profesional dan akuntabel.
“Kami menyambut baik kegiatan penelitian ini karena mahasiswa bisa melihat langsung praktik pengelolaan zakat yang sesuai prinsip ekonomi syariah dan dilakukan secara transparan,” ujar Rifki.
Ia menjelaskan, LAZISMU Pangkalpinang dipilih sebagai lokasi penelitian karena dinilai memiliki sistem pengelolaan yang profesional serta menjadi bagian dari jaringan nasional LAZISMU.
Dalam kesempatan itu, Rifki juga memperkenalkan sejumlah program unggulan LAZISMU, mulai dari bantuan pendidikan, program sosial dakwah, hingga pemberdayaan ekonomi produktif bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
Selain itu, mahasiswa turut mempelajari mekanisme penghimpunan dana zakat melalui layanan jemput zakat, transfer perbankan syariah, dan pembayaran langsung di kantor layanan resmi.
Rifki menuturkan, proses penyaluran bantuan dilakukan melalui survei lapangan agar tepat sasaran kepada delapan golongan penerima zakat atau asnaf.
Ia mengakui, tantangan terbesar lembaga zakat saat ini adalah meningkatkan kepercayaan masyarakat agar menyalurkan zakat melalui lembaga resmi yang telah memiliki sistem pengelolaan dan pengawasan yang jelas.
Meski demikian, berbagai program LAZISMU disebut telah memberikan dampak nyata, terutama dalam bidang pendidikan dan dukungan modal usaha bagi masyarakat kecil di Pangkalpinang.
Rifki menegaskan, komitmen transparansi lembaga diwujudkan melalui laporan keuangan yang memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) serta penggunaan sistem informasi manajemen terintegrasi secara nasional.
“Kami berharap hasil penelitian mahasiswa dapat menjadi bahan evaluasi dan masukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan inovasi program ke depan,” katanya.
Ke depan, LAZISMU Pangkalpinang juga membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi melalui program magang, penelitian, dan kegiatan sosial bersama.
Rifki berharap generasi muda dapat menjadi pionir gerakan filantropi Islam modern dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai media edukasi dan kampanye zakat kepada masyarakat luas.










