Dalam kesempatan tersebut, Murry menyampaikan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjalankan tugas menjaga keamanan, tetapi juga membangun kedekatan, menjalin silaturahmi, serta membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi.
Ia menjelaskan, pendekatan serupa juga dilaksanakan melalui kegiatan Jumat Keliling yang telah berlangsung sehari sebelumnya. Selanjutnya, jajaran kepolisian akan menggelar Minggu Kasih di sejumlah gereja sebagai bentuk pendekatan kepada masyarakat lintas agama.
Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolri untuk memperkuat semangat kebersamaan melalui tagline Polisi Bersama Masyarakat.
“Ini merupakan instruksi langsung dari Bapak Kapolri agar seluruh jajaran dapat mempererat silaturahmi,” ujar Murry.
Selain mempererat hubungan dengan jemaah, Wakapolda Babel juga mengingatkan masyarakat mengenai ancaman narkoba dan perjudian daring yang berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sosial.
Ia menilai, penyalahgunaan narkoba dan praktik judi online tidak hanya merugikan individu, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan generasi muda, mengganggu keharmonisan rumah tangga, serta memicu tindak kriminalitas.
Karena itu, ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Upaya pencegahan dinilai akan lebih efektif apabila dilakukan melalui kerja sama antara kepolisian, keluarga, dan lingkungan sekitar.
“Masalah kamtibmas bukan hanya sekadar tugas kepolisian, melainkan tugas kita bersama. Kami mengajak masyarakat untuk bahu-membahu memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba dan mencegah tindak kejahatan di lingkungan masing-masing,” tegasnya.
Polisi Harus Hadir sebagai Sahabat Masyarakat
Dalam arahannya, Murry turut menyampaikan sejumlah pesan kepada para jemaah dan personel kepolisian. Ia mengingatkan pentingnya mengedepankan langkah pencegahan kejahatan, menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, menjaga hubungan silaturahmi, serta mendengarkan aspirasi masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh personel Polri agar senantiasa hadir di tengah warga sebagai pelindung, sahabat, dan saudara yang mampu memberikan rasa aman.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan hal penting yang harus dibangun melalui ketulusan dalam menjalankan tugas dan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan publik.
“Kami ingin Polri dicintai bukan karena kewenangannya, melainkan karena ketulusan pengabdiannya. Kami ingin masyarakat menghormati polisi bukan karena rasa takut, tetapi karena percaya,” ungkapnya.
Murry menambahkan, tugas kepolisian tidak berhenti pada upaya menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Lebih dari itu, Polri memiliki tanggung jawab untuk turut menjaga harapan, kedamaian, dan masa depan masyarakat.
Melalui kegiatan Subuh Keliling tersebut, Polda Babel berharap sinergi dengan masyarakat semakin kuat sehingga tercipta lingkungan yang aman, harmonis, serta terbebas dari berbagai ancaman gangguan kamtibmas.










