Hardiknas 2026 Jadi Momentum Perkuat Kualitas dan Karakter Pendidikan di Pangkalpinang

PANGKALPINANG,VISSIONNEWS.COM- Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimanfaatkan sebagai ajang refleksi untuk mendorong pemerataan kualitas pendidikan sekaligus penguatan karakter peserta didik. Momen ini juga menjadi bentuk penghormatan terhadap tokoh pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Erwandi, menegaskan bahwa Hardiknas tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan. Ia menilai, peringatan ini harus menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya akses pendidikan yang merata dan berkualitas.

Menurutnya, pemerintah telah memiliki komitmen kuat melalui amanat undang-undang untuk mengalokasikan minimal 20 persen anggaran bagi sektor pendidikan. Hal ini diharapkan mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh di Indonesia.

Erwandi menjelaskan bahwa arah kebijakan pendidikan saat ini menitikberatkan pada pengembangan kompetensi 5C, yakni kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan karakter. Dari kelima aspek tersebut, ia menilai karakter sebagai fondasi utama yang tidak dapat tergantikan oleh teknologi, termasuk kecerdasan buatan.

Ia menekankan bahwa peran guru tetap menjadi kunci dalam membentuk karakter siswa, meskipun perkembangan teknologi semakin pesat.

Dalam upaya pemerataan kualitas pendidikan, Disdikbud Pangkalpinang juga menerapkan kebijakan mutasi guru dan kepala sekolah. Langkah ini dilakukan untuk mendistribusikan pengalaman dan kompetensi tenaga pendidik secara lebih merata di berbagai sekolah.

Erwandi menyebutkan, konsep “sekolah favorit” sudah tidak relevan lagi karena fasilitas dan metode pembelajaran kini semakin setara. Oleh karena itu, guru yang memiliki pengalaman di sekolah unggulan diharapkan dapat berkontribusi di sekolah lain.

Untuk jabatan kepala sekolah, ia menambahkan bahwa syarat minimal golongan 3C harus dipenuhi, serta ke depan diwajibkan mengikuti program pendidikan calon kepala sekolah.

Terkait tenaga pendidik, Erwandi memastikan tidak akan ada pemberhentian guru. Ia menyebutkan bahwa setiap tahun terdapat sekitar 50 guru yang memasuki masa pensiun, sehingga kebutuhan tenaga pengajar tetap terjaga.

Pendataan guru sendiri mengacu pada Surat Edaran Nomor 7 yang berlaku hingga akhir 2026, baik bagi guru yang sudah tercatat dalam Dapodik maupun yang belum.

Di sisi lain, proyek pembangunan SMP Negeri 11 Pangkalpinang saat ini sedang memasuki tahap persiapan lelang. Pemerintah menargetkan proses tersebut dapat berlangsung dalam waktu dekat, sekitar Mei hingga Juni 2026.

Dengan percepatan pembangunan ini, diharapkan fasilitas pendidikan baru dapat segera digunakan oleh masyarakat dan mendukung pemerataan akses pendidikan di wilayah tersebut.

Share

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *