Indeks Harmoni Babel Tembus 7,14, Kerukunan Antarumat Beragama Jadi Kekuatan Utama

BABEL,VISSIONNEWS.COM – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat capaian positif dalam menjaga kerukunan masyarakat. Berdasarkan hasil pengukuran Indeks Harmoni Indonesia (IHaI) 2026, Babel memperoleh skor 7,14 dengan kategori Sangat Baik. Penilaian perdana di provinsi tersebut melibatkan 20.750 responden dari seluruh kabupaten dan kota.
Capaian ini menjadi salah satu indikator keberhasilan pemerintah daerah dalam merawat keharmonisan sosial di tengah keberagaman masyarakat, sekaligus mendukung arah kebijakan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Babel, Burhanuddin, menyampaikan bahwa hasil penilaian tersebut mendapat kategori sangat baik dari Kementerian Dalam Negeri. Ia mengapresiasi keterlibatan Kesbangpol di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam proses pengumpulan data dan pengisian kuesioner berdasarkan empat dimensi dan delapan variabel penilaian.

Menurut Burhanuddin, IHaI tidak hanya menjadi tolok ukur kondisi kerukunan masyarakat, tetapi juga membantu pemerintah mengevaluasi pelaksanaan program yang berkaitan dengan persatuan dan stabilitas daerah.

Dari empat dimensi yang dinilai, harmoni keagamaan menempati posisi teratas dengan skor 7,43. Selanjutnya, harmoni budaya memperoleh nilai 7,16, sedangkan harmoni sosial mencatat skor 7,10. Ketiga dimensi tersebut masuk kategori Sangat Baik.

Sementara itu, dimensi harmoni ekonomi memperoleh skor 6,92 dan berada dalam kategori Baik.

Burhanuddin menilai kuatnya kerukunan antarumat beragama menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kehidupan masyarakat Babel yang damai. Hubungan sosial antara masyarakat Melayu dan Tionghoa, misalnya, telah terjalin sejak lama dan menjadi bagian dari identitas budaya daerah.

Hal tersebut tercermin dalam falsafah lokal Tong Ngin Fan Ngin Jit Jong, yang menggambarkan semangat kebersamaan, kesetaraan, serta keharmonisan antara etnis Melayu dan Tionghoa.

Ia menambahkan, masyarakat dari berbagai suku yang datang dan menetap di Bangka Belitung juga berperan dalam membangun lingkungan yang saling menghormati, termasuk dalam menjalankan kehidupan beragama.

Berdasarkan hasil pemetaan wilayah, Kabupaten Belitung Timur meraih skor IHaI tertinggi di Babel dengan nilai 7,83.

Kabupaten Bangka Selatan menyusul dengan skor 7,31, kemudian Kabupaten Belitung sebesar 7,25, Bangka Tengah 7,24, Kota Pangkalpinang 7,19, dan Kabupaten Bangka 7,16. Adapun Kabupaten Bangka Barat memperoleh skor 6,67 dengan kategori Baik.

Hasil tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi harmoni di masing-masing wilayah sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas hubungan sosial masyarakat.

Kesbangpol Babel juga menyoroti masih perlunya penguatan peran perempuan, pemuda, dan kelompok marginal. Variabel tersebut memperoleh skor 7,05 dan menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut dalam dimensi sosial.

Burhanuddin mengatakan, pemerintah provinsi bersama Kesbangpol kabupaten/kota akan mendorong program pemberdayaan yang lebih inklusif agar perempuan, generasi muda, dan kelompok marginal memiliki kesempatan lebih besar untuk berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Kepala Bidang Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Babel, Dyah Fitri Inayati, yang mengoordinasikan pelaksanaan IHaI bersama para penanggung jawab di kabupaten/kota, turut menyampaikan apresiasi atas hasil penilaian tersebut.

Ia menjelaskan, keberhasilan meraih predikat Sangat Baik merupakan hasil kerja bersama pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, organisasi perangkat daerah, instansi terkait, serta dukungan masyarakat.

Dukungan Gubernur Hidayat Arsani bersama para bupati dan wali kota juga dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong terciptanya lingkungan yang harmonis di seluruh wilayah Babel.

Menurut Dyah, keberadaan IHaI memiliki fungsi strategis karena hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai dasar pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pemerintah, terutama yang berkaitan dengan persatuan, toleransi, kerukunan, dan stabilitas sosial.

Ia berharap pelaksanaan IHaI pada tahun-tahun berikutnya dapat berjalan semakin optimal melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas pemerintahan serta keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Burhanuddin mengajak masyarakat untuk terus menjaga hubungan baik di lingkungan masing-masing, membangun komunikasi, serta menghormati perbedaan yang ada.

Ia menegaskan, keharmonisan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dipelihara secara berkelanjutan agar Bangka Belitung tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Share

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *