Jejak Sejarah Tambang Timah Bangka: Dari Tanur Cina ke Lokomotif Uap

Pangkalpinang,VissionNews.Com- Sejarah panjang industri tambang timah di Pulau Bangka, khususnya di Pangkalpinang, mencerminkan transformasi besar yang terjadi sejak masa kolonial Belanda pada abad ke-19. Sejarawan Datuk Akhmad Elvian menyebut modernisasi tambang yang dilakukan Belanda menjadi titik balik penting dalam perkembangan sektor ini.

Sebelum kedatangan Belanda, penambangan timah masih mengandalkan teknologi sederhana dari Tionghoa, seperti pompa dan roda air dari kayu hingga tanur Cina untuk peleburan. Namun, metode ini dinilai tidak ramah lingkungan karena menghabiskan banyak kayu dan merusak hutan.

“Pada 1870, Belanda mulai memperkenalkan mesin uap dan lokomotif yang mengubah sistem tambang tradisional menjadi mekanis,” ucap Datuk Elvian, Rabu (20/08/2025).

Teknologi baru ini digunakan untuk memompa air dari tambang, menggerakkan listrik, hingga menarik gerbong berisi timah dan pekerja. Seiring itu, jaringan rel kereta tambang pun dibangun di berbagai wilayah, termasuk Pangkalpinang. Rel-rel ini menghubungkan tambang darat dengan pusat peleburan timah atau yang dikenal masyarakat lokal sebagai “Puput”.

Sisa-sisa rel masih bisa ditemukan hingga era 1970-an, terutama di sekitar Jalan Sudirman dan Jalan Trem. Nama “Kampung Trem” diyakini berasal dari keberadaan jalur kereta tambang tersebut.

Belanda juga memperkenalkan teknologi Oven Vlandern—peleburan timah dengan listrik dan pendingin air—yang menggantikan tanur Cina. Inovasi ini menandai babak baru dalam efisiensi dan produksi timah di Bangka.

Namun kini, jejak kejayaan industri tambang masa lalu itu hampir hilang. Rel-rel kereta telah dibongkar, hanya menyisakan sedikit artefak seperti lokomotif tua di Taman Lokomobil Mentok dan koleksi terbatas di Museum Timah.

Elvian menilai peninggalan sejarah ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata heritage, sebagaimana yang telah dilakukan di Kota Solo dengan kereta wisata.

“Lokomotif bukan sekadar mesin, tapi simbol transformasi industri timah Bangka. Ia saksi sejarah yang harus dijaga agar tidak hilang ditelan waktu,” tegasnya.

Share

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *