Puluhan personel tampak bergotong royong menanam berbagai jenis bibit pohon produktif dan pohon pelindung di sejumlah titik kawasan Bhaypark. Area penghijauan meliputi lahan hijau di sekitar tempat parkir hingga kawasan bantaran danau.
Kabid Humas Polda Babel Kombes Pol. Agus Sugiyarso menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan kepolisian terhadap program prioritas Kapolri yang menempatkan kepedulian lingkungan sebagai salah satu perhatian penting.
Menurut Agus, konsep Green Policing tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon, tetapi juga menjadi upaya membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
“Ini bagian dari komitmen kami mendukung program prioritas Bapak Kapolri, khususnya pada aspek kepedulian kepolisian terhadap isu-isu lingkungan hidup atau Green Policing,” ujar Agus.
Ia menambahkan, penghijauan memiliki manfaat jangka panjang, mulai dari menjaga kualitas lingkungan, memperindah kawasan terbuka, hingga menjadi salah satu langkah untuk mengurangi dampak perubahan iklim.
Karena itu, kegiatan tersebut tidak berhenti pada agenda seremonial. Polda Babel berencana melanjutkan dan mengembangkan gerakan penghijauan secara berkelanjutan.
“Green Policing ini bukan sekadar kegiatan seremonial semata, tapi komitmen jangka panjang polisi untuk hadir menjaga keseimbangan alam dan memitigasi dampak perubahan iklim,” ungkapnya.
Agus menyebutkan, kegiatan penghijauan di Bhaypark telah rutin dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan di wilayah Polda Babel.
Melalui gerakan ini, kepolisian ingin menunjukkan bahwa pelaksanaan tugas tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga mencakup kontribusi nyata dalam pelestarian alam.
Polda Babel pun mengajak masyarakat untuk ikut mengambil peran dalam menjaga lingkungan, baik melalui penanaman pohon maupun kebiasaan sederhana yang mendukung kelestarian alam.
“Kami berharap langkah kecil ini dapat menginspirasi masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam di Bumi Serumpun Sebalai,” tutup Agus.










