Kapolri: Indonesia Perkuat Diplomasi Perdamaian dan Kemandirian Ekonomi di Tengah Gejolak Dunia

JAKARTA,VISSIONNEWS.COM- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas perdamaian dan ekonomi nasional di tengah dinamika konflik global yang semakin meningkat.

Hal tersebut disampaikan Sigit saat menghadiri kegiatan Silaturahmi Ramadan bersama Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD KSPSI) Jawa Barat yang digelar di PT NOK, Jumat (6/3) sore.

Dalam kesempatan itu, Sigit menyoroti situasi geopolitik dunia yang saat ini masih diliputi ketegangan, khususnya eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang berdampak pada berbagai sektor global.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas dan aktif tidak tinggal diam menghadapi kondisi tersebut. Pemerintah terus melakukan berbagai langkah diplomasi untuk menjaga perdamaian dunia.

Ia menjelaskan, Indonesia juga berupaya mengambil peran dalam mendorong penyelesaian konflik Palestina dan Israel melalui gagasan two-state solution atau solusi dua negara.

Selain isu geopolitik, Kapolri juga menyinggung langkah pemerintah dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Salah satunya melalui negosiasi dengan Amerika Serikat terkait tarif perdagangan terhadap Indonesia.

Sigit menyebut upaya tersebut membuahkan hasil dengan turunnya besaran tarif dari sebelumnya 32 persen menjadi 19 persen.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong penguatan ekonomi melalui program hilirisasi di berbagai sektor industri, seperti industri otomotif, pengembangan baterai kendaraan listrik, hingga peningkatan produksi minyak.

Ia menambahkan, pemerintah melalui program Asta Cita juga terus memperkuat ketahanan pangan dan energi guna memastikan Indonesia mampu berdiri mandiri tanpa ketergantungan pada negara lain.

“Berbagai program Asta Cita terus kita dorong agar dalam kondisi apa pun Indonesia tetap kuat menghadapi berbagai tekanan global,” ujarnya.

Sigit juga mengajak seluruh elemen pekerja untuk menjaga stabilitas nasional dan mendukung iklim investasi agar terus tumbuh.

Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam yang optimal serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar Indonesia mampu bersaing di tingkat global.

Ia pun berharap para pekerja dapat terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya, terutama dalam menghadapi perkembangan industri yang semakin kompetitif.

“Ketika program hilirisasi dan pembangunan industri terus berjalan, kualitas SDM kita harus siap sehingga tenaga kerja Indonesia mampu bersaing dengan negara lain,” tutupnya.(*)

Share

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *