PANGKALPINANG,VISSIONNEWS.COM- Ikatan Bujang Dayang Kota Pangkalpinang menggelar kegiatan *Ramadan Kasih, Berbagi Kasih* dengan memberikan santunan kepada kaum dhuafa. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel PIA Pangkalpinang, Minggu sore (15/3/2026).
Sebanyak 21 kaum dhuafa dari tujuh kecamatan di Kota Pangkalpinang menerima bantuan berupa uang tunai serta paket sembako dan parsel Lebaran.
Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, mengapresiasi semangat para Bujang Dayang yang telah menginisiasi kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, aksi berbagi di bulan Ramadan ini memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini ada 21 penerima santunan dari tujuh kecamatan di Kota Pangkalpinang. Ini patut kita apresiasi karena adik-adik Bujang Dayang berhasil menggalang donasi selama kurang lebih tiga minggu hingga terkumpul Rp10.500.000,” ujar Dessy.
Dana tersebut kemudian dibagikan kepada para penerima manfaat sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.
Dessy berharap ke depan kegiatan Bujang Dayang tidak hanya berhenti pada ajang pemilihan semata, namun juga memberikan kontribusi nyata bagi Kota Pangkalpinang.
“Setelah terpilih, mereka diharapkan bisa berperan sebagai agen promosi, agen sosialisasi, serta menjadi teladan bagi generasi muda di Kota Pangkalpinang,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa Bujang Dayang memiliki peran penting sebagai duta pariwisata yang mempromosikan budaya, sejarah, serta potensi wisata daerah.
“Ke depan kita berharap Bujang Dayang bisa berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata untuk bersama-sama menggiatkan pariwisata Kota Pangkalpinang, sehingga tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga di tingkat provinsi hingga nasional,” tambahnya.
Dessy menilai antusiasme generasi muda untuk mengikuti ajang Bujang Dayang cukup tinggi. Ia menyebut bahwa untuk menjadi Bujang Dayang tidaklah mudah karena harus memenuhi sejumlah kriteria.
“Ada empat kriteria utama yaitu *Brain, Behavior, Beauty,* dan *Brave*. Jadi tidak hanya penampilan saja, tetapi juga kecerdasan, akhlak yang baik, serta keberanian,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Bujang Dayang Pangkalpinang, Virgiranda, mengatakan santunan yang diberikan kepada 21 dhuafa terdiri dari uang tunai Rp500.000 per orang serta paket sembako dan parsel Lebaran.
“Target awal kami sebenarnya satu orang menerima bantuan senilai Rp1 juta. Namun kami pecah menjadi Rp500.000 uang tunai dan Rp500.000 dalam bentuk sembako serta parsel Lebaran,” katanya.
Ia menjelaskan, dana tunai sebesar Rp10.500.000 merupakan hasil penggalangan dana dari para anggota Bujang Dayang selama tiga minggu. Sementara paket sembako dan parsel Lebaran merupakan sumbangan dari para alumni.
“Kalau dinominalkan secara keseluruhan, bantuan yang terkumpul sekitar Rp20 jutaan karena sebagian berbentuk sembako dan parsel dari para alumni,” jelasnya.
Virgiranda menambahkan bahwa pemilihan penerima santunan tidak hanya berdasarkan data dari Dinas Sosial atau RT setempat, namun juga melalui survei langsung ke rumah calon penerima.
“Kami mendatangi langsung kediaman mereka, melihat kondisi keseharian mereka, tinggal dengan siapa, dan bagaimana kebutuhan mereka. Jika sesuai kriteria, barulah kami undang untuk menerima santunan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan berbagi tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan jumlah penerima manfaat yang lebih banyak.
“Harapannya tahun depan bisa membantu lebih banyak dhuafa lagi. Dengan kegiatan seperti ini, kebersamaan antara pemerintah, generasi muda, dan masyarakat juga semakin terasa,” pungkasnya.










