PANGKALPINANG,VISSIONNEWS.COM- Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat upaya menjaga kebersihan kota dengan menggalakkan kegiatan gotong royong rutin serta mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Kepala DLH Pangkalpinang, Bartholomeus Suharto, menjelaskan bahwa kegiatan gotong royong dilaksanakan secara konsisten dua kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa dan Jumat, dengan fokus yang berbeda.
Menurutnya, gotong royong hari Selasa diarahkan pada kebersihan lingkungan kerja masing-masing, mulai dari instansi pemerintahan, sekolah, hingga sektor swasta dan masyarakat umum. Sementara itu, kegiatan pada hari Jumat difokuskan pada titik-titik yang memiliki permasalahan sampah cukup tinggi.
“Ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Pada pelaksanaan terbaru, DLH bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) turut melakukan aksi bersih-bersih di sejumlah lokasi, termasuk kawasan Gang Buntu di Kampung Upas serta area TPS 3R di Gedung Nasional.
Selain kegiatan rutin, DLH juga tengah mempersiapkan langkah strategis untuk mengaktifkan kembali Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Kelurahan Gedung Nasional yang sebelumnya sempat tidak beroperasi.
Suharto menyebutkan, pengaktifan kembali fasilitas tersebut akan dilakukan secara bertahap, disertai dengan peningkatan sarana dan prasarana guna mendukung pengelolaan sampah yang lebih optimal.
Langkah ini selaras dengan arah kebijakan Wali Kota Pangkalpinang dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sampah pada tahun 2026, sebagaimana yang telah diterapkan di beberapa wilayah seperti Selindung.
Adapun sejumlah kawasan yang menjadi perhatian utama dalam penanganan sampah antara lain Pasar Induk, Pasar Pagi, Pasar Rumput, Pasar Pa’ Lalang, kawasan Jembatan Gantung, serta wilayah Ketapang dan Air Kepala Tujuh.
“Beberapa lokasi tersebut memiliki volume sampah yang tinggi dan memerlukan penanganan berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih jauh, DLH juga mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. Edukasi ini dinilai penting agar hanya sampah residu yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat, DLH optimistis program kebersihan kota seperti “Indonesia Asri” dan “Pangkalpinang Bersih” dapat terwujud secara berkelanjutan.










