Strategi Iblis dalam Menggoda Manusia

 

Strategi Iblis dalam Menggoda Manusia

 

Penulis: Muhammad Alimudin, S.Pd.I

(Sekretaris Bidang Dakwah dan Pengkajian Agama, Pemuda Muhammadiyah Kota Pangkalpinang)

 

PANGKALPINANG,VISSIONNEWS.COM- Kalau ngomongin Iblis, sebagian orang langsung ngebayangin makhluk seram yang nongol tengah malam. Padahal dalam Al-Qur’an, Iblis digambarkan jauh lebih cerdas dari itu. Dia bukan hanya menakut-nakuti, tapi juga seorang ahli strategi. Kenapa? Karena dia memiliki satu misi seumur hidup dan si doi sangat sabar dalam mejalankannya.

Allah SWT berfirman:

قَالَ فَبِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ١٦ ثُمَّ لَاٰتِيَنَّهُمْ مِّنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ اَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَاۤىِٕلِهِمْۗ وَلَا تَجِدُ اَكْثَرَهُمْ شٰكِرِيْنَ ١٧

Artinya: “Ia (Iblis) menjawab, “Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus. Kemudian, pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (QS. Al-A’raf: 16-17)

Ayat ini adalah blueprint-nya. Di sini jelas yah, godaan iblis itu bukan random, ia ada pola, ada arah, dan ada strateginya. Jago enggak tuh si doi.

Di dalam tafsir Ibnul Qayyim dalam kitab Ighasatul Lahfan, iblis tuh enggak langsung nyuruh kita berbuat dosa besar. Cara yang dipakai sangat halus dan rapi bro: mula-mula dari hal yang kecil, dibuat riya’, dibuat lupa, mulai deh ngelakuin dosa-dosa kecil. Kadang nih parahnya seperti ada kondisi menyepelekan sehingga mengeneralkan hal tersebut, sampai pada akhirnya melupakan ibadah dan sibuk dengan urusan dunia yang berlebih.

Dalam tulisan ini, bukan bermaksud melupakan dunia yah, tapi keseimbangan dunia-akhirat itu yang penting. Kebahagiaan akhirat kita cari melalui kehidupan dunia yang saat ini kita jalani. Nah, lanjut lagi, strategi yang halus dan rapi ini disebut ulama sebagai tadarruj atau godaan bertahap, mirip dengan teknik marketing: enggak langsung jualan, tapi *warming up dulu.

Nah, coba deh kita ingat lagi perkataan Rasulullah SAW:

“Sesungguhnya syaitan itu menyusup dalam diri manusia melalui aliran darah.”* (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan godaan itu sangatlah dekat guys, sangat personal, dan sering kali terasa seperti bisikan dari diri kita sendiri.

Di artikel ini, kita enggak bakal bahas iblis sebagai sosok mistis. Kita akan membedah doi sebagai musuh yang sistematis, bukan untuk bikin kita takut sama iblis, tapi biar kita ngeh aja dengan polanya. Kalau kita sudah tahu polanya, kita bisa lebih awal mencet tombol proteksinya atau lebih sigap waspadanya. Lalu bagaimana *tadarruj*-nya iblis?

1. Ghaflah (Kelalaian)

Start-nya di sini bro, dibikin lupa. Enggak asik deh kalau strateginya langsung nyuruh berbuat dosa. Ini nih yang lebih pintar, yakni disuruh lupa.

Di dalam ilmu tazkiyatun nafs disebut dengan ghaflah. Ghaflah merupakan kondisi hati yang lalai, blank, disconnect sama Allah SWT. Iblis mah paham betul dengan orang yang hatinya nyambung terus sama Allah SWT susah untuk digoda. Makanya targetnya bukan bikin kita langsung jadi jahat, tapi pelan-pelan bro, bikin putus dulu kabelnya.

Ketika kabelnya putus, sama saja enggak ingat Allah SWT. Nah, saat lupa/kehilangan kesadaran dengan Allah SWT, maka diri ini akan lupa dengan diri sejatinya dan yang terjadi adalah kefasikan.

وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّذِيْنَ نَسُوا اللّٰهَ فَاَنْسٰىهُمْ اَنْفُسَهُمْۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ ١٩

Artinya: “Janganlah kamu seperti orang-orang yang melupakan Allah sehingga Dia menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang fasik.” (QS. Al-Hasyr: 19)

Ngeri kan ayatnya? Lupa sama Allah SWT, ujungnya kita jadi lupa diri kita sendiri. Kefasikan itu seperti filter, kebalik-balik: dunia yang fana dibikin seolah-olah kekal, sedangkan akhirat yang kekal dibikin seolah-olah jauh. Sehingga yang terjadi all out buat dunia, akhiratnya sisa-sisa tenaga. Nah, iblis pintar buat itu.

Orang yang fasik juga punya kepribadian mencle-mencle. Mereka memiliki sikap yang cenderung kebalik-balik seperti menjalankan sesuatu yang tidak diperintah, sedangkan yang diperintah enggak dikerjakan. Mereka bukan orang awam, justru orang fasik itu mereka yang sudah tahu kebenaran tapi sengaja keluar dari jalurnya. Ibarat buah nih, sudah keluar dari kulitnya. Jadi imannya udah lepas dari bungkusnya: terlihat Islami luarnya, dalamnya kosong.

Kalau dibiarin lama bisa bahaya loh. Lupa sama Allah SWT dan fasik ini pada akhirnya akan membuat kita semakin intens dan akrab dengan yang namanya saudara tua kita.

اِسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطٰنُ فَاَنْسٰىهُمْ ذِكْرَ اللّٰهِ ۗ اُولٰۤىِٕكَ حِزْبُ الشَّيْطٰنِۗ اَلَآ اِنَّ حِزْبَ الشَّيْطٰنِ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ ١٩

Artinya: “Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikannya lupa mengingat Allah. Mereka itulah golongan setan. Ketahuilah sesungguhnya golongan setan itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Mujadilah: 19)

Wah ngeri nih. Lupa mengingat Allah SWT menjadikan kita lupa dengan Allah SWT; lupa dengan Allah SWT menjadikan kita lupa dengan diri kita sendiri, lalu menjadi fasik, dan pada akhirnya kita dikuasai setan serta menjadi bagian dari golongannya setan.

Banyak hal yang bikin kita lupa sama Allah SWT, di antaranya sibuk dengan hal-hal yang enggak ada habis-habisnya. Ini mah jurus jitu: jempol scroll terus tuh HP, kerjaan numpuk, drama yang enggak kelar-kelar, cicilan, overthinking masa depan, dan banyak hal lagi yang bikin kita lupa. Padahal Allah SWT sudah wanti-wanti loh:

اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ ١ حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَۗ ٢

Artinya: “Bermegah-megah telah melalaikanmu sampai kamu masuk ke dalam kubur….” (QS. At-Takasur: 1-2)

Bermegah-megah terhadap dunia seakan-akan dunia dibikin WOW banget, apalagi ditambah perasaan yang bikin dosa terasa biasa. Nah-nah, bahaya banget bro. Saat hati lupa dengan Sang Kholiq, setan mah bebas menari-nari dan berkreasi. Karena pada akhirnya, iblis enggak butuh kita jadi penjahat besar. Cukup kita jadi orang baik yang lupa sama Allah SWT, itu sudah menang buat dia.

2. Memanfaatkan Agama untuk Menggoda dan Menipu Manusia

Ini strategi licik dan sedikit dibahas, karena di otak kita biasanya mikir iblis cuma goda lewat jalur maksiat. Padahal jurus paling elitnya adalah lewat jalur agama itu sendiri. Ini level dewa bro! Kalau orang awam digoda lewat musik, pacaran, zina, judol, itu mah gampang. Tapi kalau orang yang ngaji, sudah hijrah, dan sudah rajin ibadah, digodanya enggak bisa pakai cara yang sama. Maka si doi ganti kostum bro, dia pakai baju agama.

Maaf yah, bukan mendiskreditkan yang biasa pakai baju agama. Dia berubah menjadi penasihat yang baik, kadang juga menggunakan filter dengan menyamarkan keburukan dengan jubah kesalihannya. Ada juga yang dibuai dengan anggapan merasa diri paling suci, padahal jebakan.

فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطٰنُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وٗرِيَ عَنْهُمَا مِنْ سَوْءٰتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهٰىكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هٰذِهِ الشَّجَرَةِ اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَا مَلَكَيْنِ اَوْ تَكُوْنَا مِنَ الْخٰلِدِيْنَ ٢٠ وَقَاسَمَهُمَآ اِنِّيْ لَكُمَا لَمِنَ النّٰصِحِيْنَۙ ٢١

Artinya: “Maka, setan membisikkan (pikiran jahat) kepada keduanya yang berakibat tampak pada keduanya sesuatu yang tertutup dari aurat keduanya. Ia (setan) berkata, “Tuhanmu tidak melarang kamu berdua untuk mendekati pohon ini, kecuali (karena Dia tidak senang) kamu berdua menjadi malaikat atau kamu berdua termasuk orang-orang yang kekal (dalam surga).” Ia (setan) bersumpah kepada keduanya, “Sesungguhnya aku ini bagi kamu berdua benar-benar termasuk para pemberi nasihat.” (QS. Al-A’raf: 20-21)

Maka perlu menimbang rasa agama dengan syariat sebagai tolok ukurnya, bahkan lebih afdalnya dengan sikap takwanya, bukan dengan perasaan. Sekalipun yang presentasi sosok yang alim, full baju agamis, maka Rasulullah SAW menekankan konten/isi pembicaraannya, bukan pakaiannya. Kalau lisannya tidak keluar ayat Allah SWT, yang keluar malah hinaan dengan teriak-teriak, penuh maki dan cacian, seolah-olah diri sendiri paling suci, itu mah talbis, tinggalkan bro.

اَلَّذِيْنَ يَجْتَنِبُوْنَ كَبٰۤىِٕرَ الْاِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ اِلَّا اللَّمَمَۙ اِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِۗ هُوَ اَعْلَمُ بِكُمْ اِذْ اَنْشَاَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ وَاِذْ اَنْتُمْ اَجِنَّةٌ فِيْ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْۗ فَلَا تُزَكُّٓوا اَنْفُسَكُمْۗ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقٰى ࣖ ٣٢

Artinya: “(Mereka adalah) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, akan tetapi mereka (memang) melakukan dosa-dosa kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dia lebih mengetahui dirimu sejak Dia menjadikanmu dari tanah dan ketika kamu masih berupa janin dalam perut ibumu. Maka, janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia lebih mengetahui siapa yang bertakwa.” (QS. An-Najm: 32)

Tuh kan, enggak boleh merasa diri paling suci. Kita perlu sadar bahwa setiap hari kita berbuat dosa, baik yang kita sengaja atau tidak sengaja. Maka kita perlu meminta ampunan kepada Allah SWT setiap harinya. Bukankah ini sunnah Rasulullah SAW?

Bro and sis, iblis itu bisa nyamar jadi sosok bercahaya, dan dia takut sama orang yang ikhlas dan punya ilmu. Orang yang ikhlas itu bebas dari teritorial iblis, sedangkan orang yang berilmu enggak bisa dibikin kesasar olehnya dengan kemasan agama palsu.

Begitu pun saat kita mulai membaca dan mempelajari Al-Qur’an, selalu bermohon kepada Allah SWT dari kedatangan ataupun godaannya saat belajar Qur’an. Jangan sampai malah yang datang petunjuk iblis, bukan petunjuk Allah SWT.

فَاِذَا قَرَأْتَ الْقُرْاٰنَ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ ٩٨

Artinya: “Apabila engkau hendak membaca Al-Qur’an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)

3. Memanfaatkan Alam Semesta

Logika sederhananya gini: Allah SWT itu menciptakan alam semesta bukan untuk dipuja, justru itu dibuat sebagai tanda. Gunung, samudera, sungai, bulan, bintang, galaksi, tumbuh-tumbuhan, bahkan manusia itu sendiri, itu kayak rambu-rambu jalan yang nunjukin bahwa ada Penciptanya loh.

Sekali lagi, itu tanda bukan tujuan. Nah, kerjaan iblis adalah membalikkan fungsinya. Yang harusnya jadi tanda buat ingat Allah SWT, eh malah dipakai buat lupa sama Allah SWT. Wah gawat nih, oleh ulama ini disebut dengan tashir ma’kus, yakni pemanfaatan yang terbalik.

Alam semesta yang dimaksud penulis di dalamnya ada manusia yang berupa anak, istri, mertua, tetangga, dan manusia-manusia lainnya. Di semesta juga ada entitas-entitas yang berbeda seperti beda bahasa, suku bangsa, budaya, agama, jenis kelamin, dan seterusnya. Nah, banyak sekali entitas di semesta ini yang menjadi modal si doi untuk menggoda dan menyesatkan manusia.

Iblis tahu kita enggak bisa hidup sendiri. Hati kita nyangkut ke istri atau suami, anak, orang tua, teman, bahkan orang yang beda dengan kita. Maka dia enggak perlu datang langsung, cukup bisikin orang sekitar kita, lalu mereka akan menjadi wakil iblis untuk menggoda kita. Justru strategi ini merupakan bocoran dari Allah SWT langsung.

وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ وَاَجْلِبْ عَلَيْهِمْ بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِ وَعِدْهُمْۗ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطٰنُ اِلَّا غُرُوْرًا ٦٤

Artinya: “Perdayakanlah (wahai Iblis) siapa saja di antara mereka yang engkau sanggup dengan ajakanmu. Kerahkanlah pasukanmu yang berkuda dan yang berjalan kaki terhadap mereka. Bersekutulah dengan mereka dalam harta dan anak-anak, lalu berilah janji kepada mereka.” Setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka.” (QS. Al-Isra’: 64)

Ini mah bukan kiasan doang. Dari ayat ini, iblis seperti jenderal perang yang enggak ada stopnya; ia punya berbagai jenis pasukan elit untuk nyerang kita. Ada kavaleri, ada infanteri, dan ada juga artileri. Wah, lengkap dong? Iya lah, kan dia diutus memang untuk menguji dan menggoda manusia.

Pasukan berkuda (Kavaleri) iblis zaman now Bisa kita gambarkan gerakannya cepat, serangan mendadak, targetnya orang-orang yang punya power dan pengaruh. Siapa yah mereka yang disebut kavaleri iblis zaman kini? Boleh jadi mereka seperti influencer maksiat, pemimpin zalim, dan bisa juga figur atau profesi apa pun yang mengajak kefasikan. Mereka ibarat kuda tunggangan iblis yang lari kencang. Satu konten mereka bisa menghipnotis dan menyesatkan satu juta orang sekaligus. Satu kebijakan zalim bisa bikin rakyat sengsara semua. Satu tindakan salah bisa mencelakakan banyak orang. Iblis tinggal pakai satu orang berpengaruh dan efek rusaknya ke mana-mana, cepat kayak kuda perang.

Pasukan berjalan kaki (Infanteri): Slow bro tapi pasti, jumlahnya buanyak banget dan ada di mana-mana. Yang ini nih paling sering kena ke kita orang biasa. Wujudnya bisa dalam bentuk manusia terdekat kita: yah suami atau istri, anak, mertua, tetangga, dan orang lain yang semuanya ngajak fasik dan lalai. Enggak juga wujud manusia, infanteri ini pun kadang berbentuk benda atau juga bisa mewujud aktivitas yang ujungnya ngajak lalai dan fasik. Banyak bro ternyata, kalau ketemu infanteri ini mah harus banyak-banyak taawuz, mohon perlindungan Allah SWT. Dan mohon diingat yah, infanteri dari kalangan keluarga kita itu kadang mereka enggak sadar loh sedang dipakai sehingga jadi lalai. Jadi jangan digebuk yah, malah kita disuruh waspada saja; itu jadi batu ujian dalam rumah tangga.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ مِنْ اَزْوَاجِكُمْ وَاَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوْهُمْۚ وَاِنْ تَعْفُوْا وَتَصْفَحُوْا وَتَغْفِرُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ١٤
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka, berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Jika kamu memaafkan, menyantuni, dan mengampuni (mereka), sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. At-Tagabun: 14)

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ ١٩٩
Artinya: “Jadilah pemaaf, perintahlah (orang-orang) pada yang makruf, dan berpalinglah dari orang-orang bodoh.” (QS. Al-A’raf: 199)

Artileri: Itu bentuk serangannya bro, enggak maju ke depan tapi dari belakang dia menghujani musuh pakai meriam dan roket, sekali nembak bisa rata satu bukit. Tanpa artileri, infanteri dan kavaleri enggak bisa gerak; ini pasukan yang bikin manuver jadi lancar. Bagaimana wujudnya sekarang? Yah itu, si doi menggunakan senjata ini yang wujudnya perbedaan-perbedaan: beda suku, ras, warna kulit, budaya, agama, bahasa, dan yang beda-beda lainnya.

 

Asyik betul si doi gunain ini. Dengan perbedaan, kadang timbul perselisihan, permusuhan, dan pertikaian. Setan mah senang membuat manusia berpecah belah. Karena kalau sudah benci, gampang dihasut, difitnah, bahkan berantem fisik pun mudah muncul.

Pada akhirnya, iblis cuma berkuasa atas orang-orang yang enggak mau jadi hamba. Tugas iblis itu menggoda dan tugas kita itu kembali. Dia enggak akan pernah berhenti menggoda, jadi kita juga jangan pernah berhenti kembali kepada Allah SWT.

قَالَ هٰذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ مُسْتَقِيْمٌ ٤١ اِنَّ عِبَادِيْ لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطٰنٌ اِلَّا مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِيْنَ ٤٢

*Artinya: “Dia (Allah) berfirman, “Ini adalah jalan lurus yang Aku jamin (ditunjukkan kepada hamba-hamba-Ku itu). Sesungguhnya kamu (Iblis) tidak kuasa atas hamba-hamba-Ku kecuali mereka yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang sesat.”* (QS. Al-Hijr: 41-42)

Share

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *