Adapun tiga anak yang dikunjungi yakni Rasya (5), Irham (3), dan Sira Almiranda (3). Ketiganya mengalami stunting. Sementara itu, Sira Almiranda juga memiliki kondisi bibir sumbing sehingga membutuhkan perhatian serta pendampingan kesehatan secara berkelanjutan.
Kapolresta Pangkalpinang Kombes Pol Indra Wijatmiko mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya persoalan kesehatan anak yang menjadi bagian penting dalam menentukan masa depan bangsa.
Menurutnya, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan.
“Polri harus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial. Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus mendapatkan perhatian bersama, terutama dalam hal kesehatan dan tumbuh kembangnya,” ujar Kombes Pol Indra Wijatmiko.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga sekaligus memberikan semangat kepada orang tua agar terus memperhatikan kesehatan dan perkembangan anak-anak mereka.
“Kami berharap anak-anak ini mendapatkan pendampingan kesehatan secara berkelanjutan. Penanganan stunting membutuhkan perhatian dan kerja sama semua pihak, sehingga anak-anak dapat tumbuh lebih sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pangkalpinang Deasy Ayutrisna menyampaikan bahwa persoalan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga hingga masyarakat.
Menurut Deasy, penanganan stunting tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan, tetapi juga harus disertai pemantauan kondisi kesehatan, pemenuhan kebutuhan gizi, serta pendampingan secara berkesinambungan.
“Anak-anak merupakan aset dan masa depan daerah. Karena itu, mereka harus mendapatkan perhatian serius, terutama terkait pemenuhan gizi, kesehatan, dan tumbuh kembang. Pemerintah Kota Pangkalpinang berkomitmen untuk terus memperkuat upaya penanganan stunting melalui kolaborasi dengan seluruh pihak,” ungkap Deasy.
Ia juga mengapresiasi kepedulian Kapolresta Pangkalpinang beserta jajaran yang turut mengambil bagian dalam upaya membantu masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anak dengan kondisi stunting dan membutuhkan perhatian kesehatan khusus.
“Kami mengapresiasi sinergi dan kepedulian Polresta Pangkalpinang. Persoalan stunting tidak bisa ditangani sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor agar anak-anak yang membutuhkan perhatian dapat memperoleh pelayanan dan pendampingan secara optimal,” tambahnya.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.10 WIB tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Camat Taman Sari, Lurah Kejaksaan, serta Kepala Puskesmas Kacang Pedang.
Keterlibatan unsur pemerintah daerah dan tenaga kesehatan tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi lintas sektor dalam mendukung upaya penanganan stunting, sekaligus memastikan anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus mendapatkan pendampingan kesehatan.
Melalui kegiatan ini, Polresta Pangkalpinang kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan yang humanis melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat.
Kepedulian terhadap kesehatan anak menjadi salah satu bentuk nyata bahwa menjaga masa depan generasi bangsa merupakan tanggung jawab bersama.










