Pemkot Pangkalpinang Pacu Digitalisasi Koperasi, 42 Koperasi Merah Putih Ditarget Segera Beroperasi

PANGKALPINANG,VISSIONNEWS.COM – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus mendorong transformasi koperasi menuju era digital. Selain memperkuat tata kelola modern, pemerintah juga menargetkan seluruh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di kota itu segera beroperasi untuk mendukung penguatan ekonomi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, saat menghadiri Rapat Koordinasi Koperasi yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, Kamis (16/7/2026).

Menurut Dessy, koperasi memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Karena itu, peringatan Hari Koperasi harus menjadi momentum untuk meningkatkan daya saing koperasi agar mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

“Koperasi harus semakin berdaya dalam memperkuat ekonomi rakyat dan mewujudkan pertumbuhan yang inklusif serta berkeadilan,” katanya.

Ia menegaskan, nilai-nilai koperasi yang diwariskan Bung Hatta masih tetap relevan. Tolok ukur keberhasilan koperasi bukan semata keuntungan yang diperoleh, melainkan sejauh mana keberadaannya mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh anggota.

Dalam kesempatan tersebut, Dessy juga menyoroti perkembangan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Pangkalpinang. Dari total 42 koperasi yang telah terbentuk, baru dua yang telah diresmikan, sedangkan sisanya masih dalam proses penyelesaian administrasi dan persiapan operasional.

Pemerintah Kota Pangkalpinang, lanjutnya, berkomitmen mempercepat operasional seluruh koperasi tersebut melalui koordinasi intensif bersama para pengurus.

“Rakor ini menjadi wadah untuk mendengarkan berbagai masukan sekaligus mencari solusi atas kendala yang masih dihadapi pengurus koperasi agar operasional bisa segera berjalan,” ujarnya.

Dessy juga mengajak koperasi meninggalkan pola lama yang identik dengan pelayanan konvensional. Menurutnya, koperasi harus memanfaatkan teknologi digital, mulai dari sistem pembayaran QRIS hingga penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan analisis data guna meningkatkan efisiensi pelayanan serta memperluas akses pasar.

“Koperasi masa depan adalah koperasi yang dekat dengan generasi muda, UMKM, nelayan, petani milenial, hingga pelaku startup lokal,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Pangkalpinang, Yasin, mengatakan arah pengembangan Koperasi Merah Putih disesuaikan dengan karakteristik Pangkalpinang sebagai kota perdagangan dan jasa.

Menurutnya, koperasi nantinya difokuskan menjadi pusat distribusi berbagai kebutuhan masyarakat, seperti sembako, LPG, hingga layanan ekonomi lainnya yang dibutuhkan warga.

Di sisi lain, perwakilan Kodim, Ronal Manik, menyampaikan pihaknya terus memberikan pendampingan dalam pembangunan Koperasi Merah Putih, termasuk membantu pengawasan serta penyediaan lahan.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama terkait ketersediaan lokasi yang strategis di beberapa wilayah.

“Harapan kami, koperasi dibangun sedekat mungkin dengan masyarakat sehingga benar-benar dimanfaatkan sesuai kebutuhan warga,” katanya.

Ronal menambahkan, ke depan seluruh layanan Koperasi Merah Putih akan didukung sistem pembayaran digital, termasuk QRIS dan layanan keuangan elektronik lainnya, sehingga transaksi masyarakat menjadi lebih mudah, cepat, dan efisien.

Share

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *