Dalam kesempatan tersebut, Saparudin menekankan bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan generasi penerus. Menurutnya, penampilan para pelajar dalam memainkan dambus menjadi bukti bahwa warisan seni daerah dapat terus hidup apabila diperkenalkan dan dipelajari secara berkelanjutan.
Ia juga menilai sekolah memiliki peran strategis yang tidak terbatas pada pencapaian akademik. Lembaga pendidikan dinilai dapat menjadi tempat untuk membentuk karakter, mengasah kreativitas, meningkatkan kepekaan sosial, serta menanamkan pemahaman mengenai identitas budaya daerah.
Karena itu, pengenalan kesenian tradisional melalui kegiatan pembelajaran di sekolah dipandang sebagai salah satu cara untuk memastikan budaya lokal tetap dikenal di tengah perubahan zaman.
Dambus merupakan salah satu kesenian musik tradisional yang lekat dengan kehidupan masyarakat Bangka Belitung. Perpaduan petikan alat musik tersebut dengan tabuhan gendang dan irama pengiringnya mencerminkan kekayaan seni, sejarah, serta nilai kebersamaan yang diwariskan secara turun-temurun.
Dukungan terhadap upaya pelestarian ini juga disampaikan Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna. Ia mengapresiasi keterampilan para pelajar yang tampil dalam pagelaran tersebut dan menilai partisipasi anak-anak dalam kesenian tradisional menjadi perkembangan positif di tengah pesatnya kemajuan teknologi digital.
Menurut Dessy, program Dambus Masuk Sekolah dapat menjadi sarana edukasi bagi siswa agar lebih mengenal dan memahami warisan budaya yang menjadi ciri khas Pangkalpinang dan Bangka Belitung.
Ia berharap keberadaan program tersebut dapat mengingatkan generasi muda akan pentingnya menjaga kesenian daerah, meskipun kehidupan sehari-hari semakin dekat dengan penggunaan gawai dan teknologi modern.
Melalui pengembangan program Dambus Masuk Sekolah, Pemkot Pangkalpinang berharap dambus tidak hanya dikenal sebagai peninggalan budaya masa lalu, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas pendidikan dan kreativitas pelajar.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal sekaligus memastikan kesenian tradisional Bangka Belitung tetap terpelihara dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.










