Program ini mencakup pemberian perlengkapan sekolah berupa seragam dan tas, serta bantuan biaya personal pendidikan yang disimpan dalam tabungan masing-masing siswa. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban orang tua sekaligus menunjang kebutuhan belajar anak.
Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat.
Ia menjelaskan, program itu juga menjadi upaya merealisasikan janji pemerintah kepada masyarakat untuk menyediakan perlengkapan belajar bagi anak-anak di Kota Pangkalpinang.
“Jadi tadi tidak hanya peralatan, tapi kita ada berikan juga uang tunai yang dimasukkan ke dalam tabungan, buku tabungan mereka, supaya mereka bisa diambil sedikit-sedikit untuk keperluan belajar mereka,” ujar Saparudin.
Menurutnya, bantuan dalam bentuk tabungan memberikan keleluasaan bagi para siswa untuk memenuhi kebutuhan pendidikan secara bertahap. Dengan demikian, dana tersebut dapat dimanfaatkan ketika diperlukan untuk membeli perlengkapan sekolah maupun kebutuhan belajar lainnya.
Saparudin berharap bantuan yang diterima dapat meningkatkan semangat siswa dalam menempuh pendidikan. Ia juga mengingatkan agar dana tersebut digunakan secara bertanggung jawab dan tidak dialihkan untuk keperluan di luar pendidikan.
“Kami berharap anak-anak kita dapat belajar lebih baik lagi, lebih semangat lagi, dan kami juga titip uangnya dibelikan perlengkapan anak-anak kita,” katanya.
Manfaat program tersebut turut dirasakan Yunasril, siswa kelas I SMP Negeri 3 Pangkalpinang. Ia mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan pemerintah kota.
“Alhamdulillah senang, terima kasih pak Wali sudah membantu,” ucap Yunasril.
Ia berencana memanfaatkan dana dalam tabungan pendidikan tersebut secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya.
Luncurkan Buku Sejarah dan Budaya Lokal
Selain menyalurkan bantuan kepada peserta didik, Pemkot Pangkalpinang juga memperkenalkan buku pembelajaran yang mengangkat sejarah, budaya, dan tradisi Kota Pangkalpinang untuk siswa sekolah dasar.
Buku tersebut disusun oleh para guru di Pangkalpinang sebagai bahan pembelajaran untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda.
Saparudin menilai pemahaman terhadap sejarah lokal perlu ditanamkan sejak dini agar siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga mengenal asal-usul serta karakter daerah tempat mereka tumbuh.
“Jangan lupakan sejarah. Sejarah itu penting dan jadikan itu pengalaman yang berharga untuk menatap masa depan lebih baik,” tuturnya.
Ia berharap kehadiran buku tersebut dapat mendorong tumbuhnya kecintaan siswa terhadap kebudayaan lokal sekaligus memperkuat pemahaman mereka mengenai sejarah Kota Pangkalpinang.
Di sisi lain, Saparudin juga menekankan pentingnya peran guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, tenaga pendidik memiliki posisi strategis dalam membentuk pengetahuan, karakter, dan wawasan peserta didik.
“Tentunya guru harus menjadi salah satu ujung tombak dari mutu pendidikan di sekolah-sekolah kita,” pungkasnya.
Melalui penyaluran perlengkapan sekolah, bantuan biaya personal, serta penyediaan bahan pembelajaran berbasis sejarah lokal, Pemkot Pangkalpinang berharap dukungan terhadap dunia pendidikan dapat semakin optimal dan memberikan manfaat nyata bagi para siswa.










