Dalam sambutannya, Senin (26/10/2026), Prof. Saparudin menyampaikan terima kasih kepada Rudianto Tjen, Yayasan Rudi Center, serta PDI Perjuangan Babel yang telah berkontribusi menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Menurutnya, katarak bukan sekadar gangguan kesehatan mata, tetapi juga dapat memengaruhi produktivitas dan kemandirian seseorang. Penglihatan yang terganggu berpotensi menghambat pekerjaan, aktivitas rumah tangga, hingga interaksi sosial sehari-hari.
Karena itu, ia berharap program operasi gratis seperti ini dapat membantu masyarakat mendapatkan kembali fungsi penglihatan yang lebih baik sekaligus meningkatkan kualitas hidup para peserta.
Prof. Saparudin juga mengajak masyarakat untuk tidak berlebihan merasa takut terhadap tindakan operasi katarak. Ia menilai sebagian kekhawatiran muncul akibat persepsi lama mengenai prosedur operasi, sementara perkembangan teknologi medis telah membawa perbaikan dalam metode penanganan katarak.
Ia menekankan pentingnya konsultasi dengan tenaga kesehatan agar masyarakat memperoleh informasi yang tepat sebelum memutuskan menjalani tindakan medis. Dengan pemahaman yang memadai, calon pasien diharapkan lebih siap dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang keliru.
Lebih lanjut, Prof. Saparudin mengatakan, keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan pelayanan kesehatan merupakan cerminan semangat gotong royong. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, organisasi, dan berbagai elemen masyarakat perlu terus dikembangkan agar semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat program sosial.
Ia pun berharap seluruh rangkaian operasi berjalan lancar, serta para peserta mendapatkan penanganan terbaik sesuai kondisi medis masing-masing.
“Semoga seluruh peserta diberikan kesehatan dan keselamatan hingga operasi selesai. Mudah-mudahan setelah ini penglihatan semakin terang sehingga bisa kembali beraktivitas dan bekerja dengan lebih baik,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan akses terhadap layanan kesehatan mata semakin terbuka bagi masyarakat Bangka Belitung, khususnya warga yang membutuhkan penanganan katarak tetapi menghadapi kendala biaya.










