Menurut Abang Hertza, proses pendataan peserta telah berlangsung selama kurang lebih lima bulan sejak pendaftaran dibuka. Namun, tidak seluruh warga yang mendaftar bisa menjalani tindakan operasi karena harus menyesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
“Kurang lebih pasien yang terdaftar itu sekitar di atas 1.000. Namun, karena terkendala kondisi kesehatan, pasien yang bisa insyaallah dioperasi kurang lebih sekitar 600 pasien,” ungkap Abang Hertza.
Ia menjelaskan, apabila target tersebut tercapai, pelaksanaan operasi katarak gratis tahun ini akan menjadi kegiatan kesembilan yang digelar PDI Perjuangan dengan jumlah pasien terbanyak sepanjang sejarah program tersebut.
Abang Hertza pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan sosial tersebut. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Rudianto Tjen selaku pendiri Rudi Center yang menginisiasi program operasi katarak gratis bagi masyarakat.
Dukungan juga diberikan oleh tim medis Rumah Sakit Mata Cicendo yang hadir dengan kekuatan sekitar 27 orang, RSUD Depati Hamzah, Pemerintah Kota Pangkalpinang, jajaran pengurus PDI Perjuangan, serta panitia pelaksana.
Selain itu, Abang Hertza mengapresiasi keterlibatan pengurus DPD dan DPC PDI Perjuangan dari berbagai wilayah di Bangka Belitung, termasuk Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Barat, dan Bangka Selatan, yang turut membantu pelaksanaan program.
Untuk menjaga kelancaran pelayanan, panitia telah mengatur kedatangan pasien dari sejumlah kabupaten secara bertahap. Pengaturan tersebut dilakukan guna menghindari penumpukan peserta sekaligus memastikan proses pemeriksaan dan operasi berjalan lebih tertib.
“Kalau dua kabupaten itu masuk hari ini bersamaan, pagi ini pasti padat. Jadi, kami mengharapkan manajemen kita sudah lebih baik dari sebelumnya,” katanya.
Ia menambahkan, persiapan kegiatan dilakukan secara intensif selama lima hari terakhir. Bersama panitia, dirinya turut mengawal berbagai kebutuhan teknis agar pelaksanaan program dapat berjalan sesuai rencana.
Pengalaman penyelenggaraan kegiatan serupa pada tahun-tahun sebelumnya juga menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pengelolaan peserta, koordinasi antarpihak, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Abang Hertza berharap operasi katarak gratis ini dapat membantu warga yang mengalami gangguan penglihatan, khususnya mereka yang menghadapi keterbatasan biaya untuk memperoleh penanganan medis.
Menurutnya, kerja sama antara penyelenggara, pemerintah daerah, rumah sakit, dan tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam memperluas akses pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat.
Melalui program tersebut, para pasien diharapkan dapat memperoleh penanganan sesuai kondisi medis masing-masing sehingga penglihatan mereka membaik dan aktivitas sehari-hari dapat kembali dijalankan dengan lebih nyaman.
Ia juga berharap kegiatan operasi katarak gratis dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang sehingga semakin banyak masyarakat di Bangka Belitung yang memperoleh manfaat dari program tersebut.










