BABEL,VISSIONNEWS.COM- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam kolaborasi BEM SI Sumbagsel dan BEM se-Bangka Belitung menggelar aksi di Gedung DPRD Provinsi Bangka Belitung pada Kamis (16/4/2026). Aksi tersebut berujung ketegangan setelah mahasiswa merasa tidak mendapat respons yang memadai dari para pemangku kebijakan.
Setibanya di lokasi, massa aksi mendapati Ketua DPRD tidak berada di tempat. Kehadiran mereka kemudian disambut oleh Wakil Ketua DPRD, Edi Nestapa. Namun, situasi justru memanas ketika mahasiswa menilai adanya ketidakkonsistenan informasi terkait alasan ketidakhadiran Ketua DPRD.
Kekecewaan memuncak saat mahasiswa memasuki ruang sidang paripurna dan melanjutkan audiensi di ruang Badan Musyawarah (Banmus). Dalam forum tersebut, pernyataan Edi Nestapa dinilai berubah-ubah, sehingga memicu reaksi keras dari peserta aksi.
Salah satu mahasiswa mempertanyakan perbedaan keterangan yang disampaikan. Sebelumnya disebutkan Ketua DPRD memiliki agenda di luar, namun kemudian disebutkan sedang sakit. Perbedaan informasi ini dianggap mencerminkan sikap tidak transparan.
Koordinator Wilayah BEM SI Sumbagsel, Ikbal, menegaskan pihaknya menolak menyampaikan tuntutan sebelum sejumlah pejabat penting hadir langsung, termasuk Gubernur, Ketua DPRD, Kapolda, dan Korem.
Menurut Ikbal, pihaknya telah mengirimkan surat pemberitahuan jauh hari sebelum aksi digelar. Namun, ketidakhadiran para pejabat tersebut dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi mahasiswa.
Mahasiswa pun menilai sikap tersebut mencerminkan kurangnya penghargaan terhadap peran mereka sebagai bagian dari masyarakat yang menyampaikan aspirasi secara resmi dan konstitusional. Situasi audiensi yang semula diharapkan menjadi ruang dialog pun berubah menjadi tegang akibat kekecewaan yang tidak terjawab.










