BABEL,VISSIONNEWS.COM – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) harus lebih selektif dalam mengatur belanja daerah setelah hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menunjukkan adanya koreksi terhadap Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA).
Koreksi SiLPA yang mencapai 45,66 persen membuat ruang fiskal Pemprov Babel semakin terbatas. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah dalam menyusun perubahan Kebijakan Umum Anggaran serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026.
Gubernur Babel Hidayat Arsani menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (10/8/2026). Rapat tersebut membahas penyampaian Perubahan Rancangan KUA dan PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2026.
Di tengah keterbatasan fiskal, Pemprov Babel memilih melakukan efisiensi pada sejumlah pengeluaran yang dianggap masih memungkinkan untuk dikurangi. Belanja perjalanan dinas menjadi salah satu pos yang dievaluasi, termasuk dengan mengurangi penerbitan Surat Perjalanan Dinas (SPD).
Belanja barang dan jasa juga akan ditinjau kembali. Begitu pula dengan sejumlah kegiatan yang belum terlaksana dan tidak masuk dalam daftar prioritas pemerintah daerah.
Namun, kebijakan penghematan tersebut tidak diarahkan untuk mengurangi pelayanan publik. Pemerintah provinsi justru berupaya mengalihkan ruang anggaran yang tersedia untuk mendukung program yang dianggap memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
Hidayat menegaskan kualitas belanja pemerintah tetap harus dipertahankan meskipun efisiensi dilakukan.
“Efisiensi ini tidak akan mengurangi substansi pelayanan kita kepada masyarakat. Kami pastikan quality of spending atau kualitas belanja tetap terjaga,” kata Hidayat.
Sejumlah agenda strategis yang tetap menjadi perhatian Pemprov Babel di antaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan penanganan stunting, pengendalian inflasi melalui penguatan ketahanan pangan, serta pemberdayaan sektor UMKM.
Pemerintah daerah juga memprioritaskan perluasan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Menurut Hidayat, penghematan anggaran bukan semata-mata mengurangi pengeluaran, tetapi dilakukan untuk memastikan pemerintah masih memiliki kemampuan membiayai program yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
“Efisiensi ini justru ditujukan untuk mengamankan ruang fiskal bagi program-program prioritas dan isu strategis,” ujarnya.
Dalam rapat paripurna tersebut, Hidayat turut menyampaikan kebijakan pemutihan pajak kendaraan bermotor yang sedang berjalan di Provinsi Babel.
Melalui program tersebut, masyarakat mendapatkan sejumlah keringanan, di antaranya pembebasan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), pembebasan denda Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) untuk tahun-tahun sebelumnya, serta pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) II.
Program ini diberlakukan sejak 1 Agustus dan akan berlangsung hingga 31 Oktober 2026.
Pemprov Babel mengimbau masyarakat memanfaatkan periode tersebut untuk menyelesaikan kewajiban administrasi dan pajak kendaraan sebelum masa program berakhir.
Selain membahas kondisi fiskal, Hidayat juga menyoroti pentingnya pengawasan dalam pengelolaan APBD. Menurutnya, pemerintah daerah dan DPRD memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan anggaran yang telah disepakati benar-benar digunakan sesuai peruntukan.
Fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan DPRD dinilai perlu berjalan beriringan dengan pelaksanaan program pemerintah.
“Kita sudah serahkan anggarannya, mari kita awasi, mari kita duduk bersama, dan semua ruang publik tetap harus diawasi,” ujarnya.
Hidayat berharap pembahasan perubahan KUA-PPAS 2026 dapat berlangsung secara terbuka dan konstruktif. Ia menekankan setiap keputusan anggaran harus tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Menurutnya, keterbatasan fiskal harus dijawab dengan tata kelola anggaran yang lebih cermat, transparan dan bertanggung jawab.
“Mari kita menjadi wasit, wasit yang profesional dan wasit yang tidak memihak,” pungkas Hidayat.










