BANGKA,VISSIONNEWS.COM — Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat di Bangka Belitung dibahas dalam dialog keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) antara Kapolda Babel Irjen Pol Viktor T. Sihombing dengan mahasiswa dan aktivis BEM se-Bangka Belitung.
Pertemuan tersebut berlangsung di Kebon Atok Kulop, Desa Kemuja, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Selasa (16/9/2026). Dialog dikemas secara santai, namun sejumlah isu penting disampaikan mahasiswa dalam forum tersebut.
Hadir dalam kegiatan itu sejumlah Pejabat Utama Polda Babel, Kapolres Bangka, budayawan Babel Ahmadi Sofyan serta perwakilan BEM dan mahasiswa dari berbagai daerah di Bangka Belitung.
Persoalan agraria dan pertambangan menjadi salah satu isu yang cukup mendapat perhatian. Selain itu, mahasiswa turut menyampaikan keresahan terkait BBM subsidi, pendidikan, kesehatan serta persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kapolda Babel Irjen Pol Viktor T. Sihombing mengatakan, forum tersebut sengaja dibuka sebagai ruang komunikasi antara kepolisian dan mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting dalam menyampaikan kondisi yang terjadi di tengah masyarakat.
“Mahasiswa itu memperjuangkan apa yang ada di dalam masyarakat. Banyak problem yang mungkin perlu diketahui oleh Polda, sekaligus mengkritisi kegiatan yang sudah kita lakukan dan menyampaikan harapan-harapan,” ujar Viktor.
Ia menyambut baik kritik maupun saran yang disampaikan mahasiswa. Masukan tersebut dinilai dapat menjadi bahan evaluasi bagi kepolisian dalam meningkatkan pelaksanaan tugas di lapangan.
Viktor menegaskan, kepolisian tidak boleh menutup diri terhadap kritik. Justru, komunikasi dengan mahasiswa diharapkan dapat membantu Polda Babel melihat berbagai persoalan dari sudut pandang masyarakat.
“Event ini harus menjadi ruang bersama bagi kita. Masukan-masukan ini bisa kita laksanakan sesuai dengan harapan mereka, terutama dalam hal memelihara kamtibmas, penegakan hukum serta memberikan perlindungan, pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat,” katanya.
Kapolda juga menyebut mahasiswa sebagai salah satu elemen penting dalam pembangunan bangsa. Karena itu, ia berharap hubungan komunikasi antara kepolisian dan mahasiswa tetap terjaga serta berlangsung secara berkelanjutan.
“Kami dari Kepolisian tidak menutup diri untuk masukan-masukan serta kritikan dari kawan-kawan mahasiswa. Kami yakin, dengan keterbatasan ini perlu ada daya upaya dan dorongan untuk kami lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Korda BEM Babel Bintang Pratama menilai dialog tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian mereka.
Bintang berharap pertemuan antara mahasiswa dan kepolisian tidak hanya dilakukan sekali. Menurutnya, komunikasi secara rutin diperlukan agar aspirasi mahasiswa dapat terus disampaikan dan dikawal.
“Kami berharap diskusi ini terus berlanjut dan ke depannya masih ada terus, jangan cuma untuk hari ini saja. Kami butuh barisan dari Polda untuk mendukung kami sebagai aliansi BEM Babel se-Bangka Belitung,” ungkap Bintang.
Ia mengatakan, sejumlah isu yang dibawa dalam forum tersebut merupakan persoalan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Selain pertambangan dan agraria, mahasiswa juga menyoroti sektor kesehatan serta perlindungan terhadap perempuan dan anak.
Bintang berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai bahan diskusi. Ia meminta berbagai persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti Polda Babel dan dikoordinasikan dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) maupun instansi terkait.
“Kami berharap masukan kita ditindaklanjuti oleh Polda dan diteruskan ke Forkopimda. Kami juga berharap aspirasi kami tidak hanya sampai di sini, tidak hanya hari ini, tapi bisa dibawa sampai ke pihak yang terkait,” pungkasnya.










