BANGKA,VISSIONNEWS.COM– Isu energi berkelanjutan dan ketahanan lingkungan mempertemukan peneliti dari berbagai negara di Universitas Bangka Belitung (UBB). Melalui The 8th International Conference on Green Energy and Environment (ICoGEE) 2026, UBB menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus presentasi hasil penelitian dari akademisi dan peneliti internasional.
ICoGEE 2026 digelar Fakultas Sains dan Teknik UBB pada 29–30 September 2026 dengan mengangkat tema “Accelerating Sustainable Energy and Innovation for an Environmentally Resilient Future”.
Sebanyak 130 artikel masuk dalam proses seleksi konferensi. Dari jumlah tersebut, 119 artikel dipresentasikan dalam rangkaian kegiatan yang melibatkan peserta dari 10 negara.
Para peserta berasal dari Indonesia, Malaysia, Vietnam, Filipina, Thailand, China, Jepang, Australia, Inggris, dan Amerika Serikat.
Kehadiran peneliti dari berbagai negara tersebut memperlihatkan semakin luasnya ruang yang dibangun UBB untuk mempertemukan gagasan, hasil riset, dan peluang kerja sama di bidang energi serta lingkungan.
Konferensi secara resmi dibuka Rektor UBB pada 29 September 2026. Dalam kesempatan tersebut, UBB menyambut para pembicara utama dan peserta yang hadir dari berbagai institusi.
Bagi UBB, forum internasional seperti ICoGEE tidak hanya menjadi agenda akademik, tetapi juga bagian dari upaya memperluas jejaring kelembagaan dan membuka peluang kolaborasi penelitian lintas negara.
Dekan Fakultas Sains dan Teknik UBB turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pembicara, peneliti, akademisi, dan peserta yang berpartisipasi dalam konferensi.
Rangkaian ICoGEE 2026 diawali dengan sesi pleno yang menghadirkan tiga pembicara utama.
Mereka adalah Prof. Eka Cahya Prima, S.Pd., M.T. dari Universitas Pendidikan Indonesia, Dr. Ihwan Ghazali dari Universiti Teknikal Malaysia, serta Dr. Farida Ahmed Koly dari Chittagong University of Engineering and Technology, Bangladesh.
Ketiga pembicara memberikan perspektif mengenai perkembangan energi berkelanjutan, inovasi teknologi, serta berbagai pendekatan dalam menghadapi persoalan lingkungan.
Setelah sesi pleno, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi paralel. Pada sesi ini, para peneliti memperoleh kesempatan untuk menyampaikan hasil penelitian masing-masing sekaligus berdiskusi dengan akademisi dan peserta dari institusi lain.
Format tersebut memberikan ruang yang lebih luas bagi pertukaran pengetahuan, terutama terkait perkembangan riset dan inovasi yang dapat diterapkan dalam menjawab persoalan energi dan lingkungan.
Pelaksanaan ICoGEE 2026 juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, yakni PT Timah Tbk, PT Mineral Solana Indonesia, dan PT Bangka Cakra Karya.
Selain konferensi internasional, Fakultas Sains dan Teknik UBB juga menggelar Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (SNPPM) pada 30 September 2026.
Forum tersebut menjadi ruang bagi akademisi dan peneliti dari berbagai daerah untuk mempresentasikan hasil penelitian maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Sebanyak 55 artikel diterima dalam SNPPM 2026. Pesertanya berasal dari lima provinsi, yaitu Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Riau.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah memperluas ruang pertukaran pengalaman mengenai penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Forum ini sekaligus menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai gagasan dan praktik yang berkembang di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam rangkaian ICoGEE 2026, panitia juga memberikan penghargaan kepada peserta yang terpilih sebagai best presenter. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas penyampaian hasil penelitian selama konferensi.
Seluruh rangkaian kegiatan ICoGEE 2026 dan SNPPM ditutup pada 30 September 2026.
Melalui penyelenggaraan dua forum ilmiah tersebut, UBB mempertemukan peneliti dari dalam dan luar negeri dalam satu ruang akademik. Pertukaran gagasan yang berlangsung diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama penelitian dan inovasi yang lebih luas, khususnya dalam bidang energi berkelanjutan dan lingkungan.
Bagi UBB, forum tersebut juga menjadi bagian dari langkah memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun jejaring akademik sekaligus mendorong penelitian yang relevan dengan tantangan energi dan lingkungan di masa depan.(*)










