Melalui program ini, UBB memberikan pendampingan kepada Pemerintah Desa Namang serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam mengembangkan sistem pengelolaan wisata berbasis teknologi informasi.
Kegiatan tersebut mengusung tema Pemberdayaan SDM Pokdarwis Desa Namang Dalam Pengelolaan Wisata Berbasis Teknologi Informasi Untuk Mendukung Desa Wisata.
Program ini dipimpin Dini Wulansari, S.S., M.A. dari Program Studi Sastra Inggris. Ia didampingi Dr. Ir. Ormuz Firdaus, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Sipil dan Muhammad Jumnahdi, S.T., M.T. dari Program Studi Teknik Elektro. Sejumlah mahasiswa UBB turut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Dini Wulansari menjelaskan, digitalisasi diperlukan agar potensi wisata yang dimiliki Namang dapat dipromosikan secara lebih sistematis. Selama ini, informasi mengenai sejumlah objek wisata masih banyak tersebar melalui unggahan pribadi pengunjung.
Kondisi itu menjadi salah satu alasan perlunya penguatan kapasitas pengelola wisata, khususnya dalam memanfaatkan teknologi untuk menyusun informasi, mengelola data, sekaligus melakukan promosi.
Namang memiliki sejumlah daya tarik wisata yang cukup beragam. Di antaranya Hutan Pelawan, kawasan persawahan, kuliner lokal, homestay serta berbagai produk yang dihasilkan masyarakat desa.
Namun, besarnya potensi tersebut masih dihadapkan pada beberapa kendala. Pemanfaatan teknologi yang belum maksimal, pengelolaan data wisata, fasilitas pendukung dan strategi promosi digital menjadi sejumlah aspek yang perlu diperkuat.
Pendampingan UBB berlangsung pada Jumat, 2 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti perangkat Pemerintah Desa Namang, pengurus serta anggota Pokdarwis.
Peserta memperoleh materi tentang cara menggali sekaligus mengembangkan potensi wisata desa. Materi tersebut disampaikan Dr. Diana Anggraeni, M.Hum.
Sementara itu, materi mengenai Sistem Informasi Wisata Desa Namang diberikan oleh Ir. Ghiri Basuki Putra, S.T., M.T.
Tak hanya memberikan pengetahuan, tim UBB juga menghadirkan perangkat digital yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat promosi destinasi wisata.
Salah satu hasil pengembangan tersebut adalah website wisata Desa Namang yang dapat diakses melalui www.wisatanamang.info.
Website tersebut dirancang sebagai pusat informasi bagi wisatawan. Berbagai informasi tersedia di dalamnya, mulai dari destinasi wisata, Hutan Pelawan, wisata sawah dan kuliner, homestay, fasilitas hingga paket wisata.
Untuk mempermudah wisatawan menemukan lokasi tujuan, platform tersebut juga dilengkapi peta wisata. Selain website, tersedia pula aplikasi berbasis Android.
Informasi di dalam platform digital tersebut disajikan dalam dua bahasa, yaitu Indonesia dan Inggris. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan promosi sekaligus membuka peluang Desa Wisata Namang dikenal oleh wisatawan dari luar daerah maupun mancanegara.
Pengembangan sistem digital tersebut tidak berhenti setelah platform diluncurkan. Tim UBB akan melakukan penyesuaian berdasarkan masukan dari pemerintah desa dan Pokdarwis.
Langkah tersebut diperlukan agar konten dan informasi wisata yang tersedia tetap sesuai dengan kondisi serta perkembangan destinasi di lapangan.
Di sisi lain, pendampingan juga diarahkan agar pengelola lokal memiliki kemampuan untuk memperbarui data dan konten secara mandiri.
Dengan demikian, digitalisasi tidak sekadar menghasilkan sebuah website atau aplikasi, tetapi juga membangun kemampuan sumber daya manusia desa dalam mengelola promosi wisata.
UBB berharap penguatan teknologi dan kapasitas pengelola tersebut dapat menjadi salah satu modal bagi Desa Namang untuk meningkatkan daya saing sebagai destinasi wisata.
Ke depan, Desa Wisata Namang diharapkan semakin dikenal, bukan hanya oleh wisatawan dari Bangka Belitung dan Indonesia, tetapi juga memiliki peluang menembus pasar wisata internasional.(*)










