PANGKALPINANG,VISSIONNEWS COM– Kesempatan bagi warga Kota Pangkalpinang yang ingin mengasah keterampilan di bidang industri kopi kembali dibuka. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pangkalpinang menghadirkan pelatihan dasar barista secara gratis yang akan dilaksanakan pada Juli 2026.
Program ini merupakan hasil kerja sama Disnaker Pangkalpinang dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Belitung. Pelatihan hanya menyediakan 16 kursi bagi peserta yang lolos seleksi.
Kepala Disnaker Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti, mengatakan pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja, khususnya di sektor kuliner dan ekonomi kreatif yang terus berkembang.
“Industri kopi saat ini berkembang cukup pesat. Melalui pelatihan ini kami ingin membekali masyarakat dengan kompetensi yang dibutuhkan sehingga memiliki peluang lebih besar untuk bekerja maupun membuka usaha sendiri,” ujarnya.
Selain mempelajari teknik dasar meracik kopi, peserta juga akan mendapatkan praktik langsung bersama instruktur berpengalaman. Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis sebagai barista, tetapi juga pemahaman mengenai peluang usaha di bidang kopi.
Seluruh rangkaian pelatihan tidak dipungut biaya. Karena kuota terbatas, masyarakat yang memenuhi persyaratan diminta segera melakukan pendaftaran.
Persyaratan peserta meliputi berusia minimal 17 tahun, berdomisili di Kota Pangkalpinang yang dibuktikan dengan KTP dan Kartu Keluarga setempat, serta memiliki Kartu AK-1 atau kartu pencari kerja.
Pendaftaran dibuka mulai 19 Juni hingga 9 Juli 2026. Hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada 10 Juli, kemudian dilanjutkan seleksi peserta pada 13–14 Juli 2026. Pengumuman peserta yang lolos dijadwalkan pada 16 Juli 2026.
Pelatihan akan berlangsung selama 10 hari, yakni pada 20–29 Juli 2026, dengan total 80 jam pelajaran.
Amrah berharap program ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat, terutama generasi muda yang ingin meningkatkan keterampilan sekaligus memperluas peluang kerja di industri kopi yang terus mengalami pertumbuhan.










