Dalam kesempatan itu, Kombes Pol Harry menyampaikan bahwa gerakan Green Policing merupakan implementasi nyata dari program Kapolri dalam membangun kesadaran menjaga kelestarian lingkungan.
Ia menekankan bahwa kepedulian terhadap kebersihan dan keasrian lingkungan harus dimulai dari lingkungan kerja Polri sendiri. Dengan demikian, institusi kepolisian dapat memberikan teladan positif kepada masyarakat.
“Mari berikan contoh yang baik kepada masyarakat, terutamanya dalam menjaga kebersihan lingkungan. Jangan menjadi contoh yang buruk kepada masyarakat,” tegasnya.
Tak hanya berorientasi pada penghijauan, Polda Babel juga memiliki harapan besar agar Taman Bhayangkara dapat dikembangkan menjadi ruang publik yang memiliki nilai tambah.
Harry berharap keberadaan taman tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru hijau di kawasan Mapolda, tetapi juga menjadi salah satu destinasi wisata yang memberikan manfaat bagi banyak orang.
“Mari kita jadikan Taman Bhayangkara ini menjadi salah satu destinasi wisata yang bermanfaat untuk banyak orang,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, kegiatan Green Policing dilanjutkan dengan penanaman berbagai jenis pohon buah produktif di sekitar taman. Beberapa bibit yang ditanam di antaranya kelengkeng, belimbing, nangka, dan matoa.
Penanaman pohon tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih hijau sekaligus memberikan manfaat ekologis dan produktif dalam jangka panjang.
Melalui kegiatan ini, Polda Babel berharap semangat Green Policing tidak berhenti pada kegiatan penanaman semata, tetapi menjadi budaya yang terus diterapkan oleh seluruh personel dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan penataan dan penghijauan yang berkelanjutan, Taman Bhayangkara diharapkan berkembang menjadi kawasan hijau yang nyaman, indah, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan maupun masyarakat.










