PANGKALPINANG,VISSIONNEWS.COM – Laju inflasi di Kota Pangkalpinang pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,33 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan harga tiket pesawat dan sejumlah komoditas pangan menjadi faktor utama yang mendorong inflasi selama periode tersebut.
Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang menunjukkan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 107,65 pada April 2026 menjadi 108,00 pada Mei 2026.
Kepala BPS Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri, menjelaskan bahwa secara tahunan atau year-on-year (y-on-y), inflasi mencapai 1,99 persen. Angka tersebut menunjukkan adanya kenaikan harga secara umum dibandingkan Mei 2025 yang memiliki IHK sebesar 105,89.
“Inflasi tahunan Mei 2026 tercatat sebesar 1,99 persen,” kata Dewi dalam penyampaian Berita Resmi Statistik, Selasa (2/6/2026).
Selain itu, inflasi tahun kalender Januari hingga Mei 2026 tercatat sebesar 0,44 persen. Selama periode tersebut, IHK meningkat dari 107,53 pada Desember 2025 menjadi 108,00 pada Mei 2026.
BPS mencatat kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan. Kelompok ini mengalami kenaikan harga sebesar 1,14 persen dan memberikan andil 0,16 persen terhadap inflasi umum.
Peningkatan tarif angkutan udara menjadi faktor dominan dalam kelompok transportasi. Harga tiket pesawat tercatat naik 8,35 persen dan menyumbang inflasi sebesar 0,15 persen.
Selain transportasi, kelompok pakaian dan alas kaki juga mengalami kenaikan harga sebesar 1,96 persen dengan andil 0,11 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga turut mencatat inflasi 0,38 persen dengan kontribusi 0,06 persen.
Dari sisi komoditas, cabai merah menjadi salah satu pemicu inflasi setelah harganya melonjak hingga 40,79 persen. Komoditas ini memberikan andil inflasi sebesar 0,10 persen. Sementara itu, baju muslim wanita turut menyumbang inflasi dengan kenaikan harga mencapai 14,22 persen.
Meski demikian, beberapa komoditas masih mampu menahan laju inflasi. Daging ayam ras menjadi penyumbang deflasi terbesar dengan andil minus 0,14 persen. Selain itu, harga cabai rawit dan ikan selar atau ikan tude yang menurun juga ikut meredam kenaikan harga secara umum.
Secara tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 1,03 persen dan tingkat inflasi 3,28 persen. Kelompok transportasi berada di posisi berikutnya dengan andil 0,58 persen dan inflasi 4,23 persen.
Komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi tahunan antara lain angkutan udara, emas perhiasan, dan cumi-cumi.
Di sisi lain, kelompok pendidikan mencatat deflasi terdalam secara tahunan, yakni 10,53 persen dengan andil minus 0,47 persen. Penurunan ini dipengaruhi kebijakan penghapusan iuran pendidikan tingkat SMA yang mulai diterapkan sejak pertengahan 2025.
Secara umum, BPS menilai inflasi Pangkalpinang pada Mei 2026 masih dalam kondisi terkendali. Namun, perkembangan harga pada sektor transportasi dan sejumlah bahan pangan strategis tetap perlu diwaspadai, terutama menjelang perayaan Hari Raya Iduladha.










