Polda Babel Catat Kenaikan Gangguan Kamtibmas 2025, Narkoba Jadi Kasus Dominan

Babel,VissionNews.Com- Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Polda Babel) memaparkan hasil evaluasi kinerja dan situasi keamanan sepanjang tahun 2025 dalam rilis akhir tahun yang digelar di Pangkalpinang, Rabu (31/12/2025).

Rilis tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Dr. Viktor T. Sihombing, SIK, MSi, MH. Dalam paparannya, Kapolda menyampaikan berbagai capaian sekaligus tantangan yang dihadapi institusinya selama satu tahun terakhir.

Secara struktural, Polda Babel saat ini membawahi tujuh Polres/Polresta, 37 Polsek, dan sembilan Polsubsektor. Namun, dari sisi kekuatan personel, Polda Babel masih menghadapi kekurangan cukup besar.

Kapolda menjelaskan, total personel Polri dan PNS di jajaran Polda Babel berjumlah 6.219 orang. Sementara kebutuhan ideal berdasarkan Daftar Susunan Personel (DSP) mencapai 11.736 personel, sehingga terdapat kekurangan sebanyak 5.517 personel.

Dengan jumlah penduduk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencapai 1.531.530 jiwa, rasio personel Polri berada pada angka 1 banding 247 warga. Meski demikian, Polda Babel terus berupaya melakukan penguatan sumber daya manusia, salah satunya melalui rekrutmen Polri tahun 2025 yang meluluskan 165 peserta pendidikan dari jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama.

Dari aspek situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, Polda Babel mencatat peningkatan gangguan kamtibmas sepanjang 2025. Total kejadian naik 13,26 persen, dari 2.700 kasus pada 2024 menjadi 3.058 kasus di tahun 2025.

Peningkatan tersebut didominasi oleh tindak kejahatan yang mencapai 2.971 kasus atau naik 12,33 persen. Sementara itu, jumlah pelanggaran tercatat turun drastis menjadi dua kasus. Adapun gangguan kamtibmas lainnya meningkat menjadi 76 kejadian.

Kapolda mengungkapkan bahwa kejahatan narkoba masih menjadi kasus dengan indeks tertinggi sepanjang 2025, yakni sebanyak 464 perkara.

Dalam penegakan hukum, kejahatan konvensional tercatat mengalami kenaikan 14,41 persen. Kasus penganiayaan menjadi yang paling menonjol dengan peningkatan 27,75 persen, disusul pencurian dengan pemberatan (curat) yang naik 15,15 persen.

Sementara itu, kejahatan yang merugikan kekayaan negara, seperti pertambangan dan perikanan ilegal, secara umum mengalami penurunan sebesar 10,45 persen. Namun, kasus illegal fishing justru mengalami lonjakan signifikan hingga 80,76 persen dengan total 26 perkara.

Pada penanganan tindak pidana narkotika, Polda Babel berhasil mengungkap 464 kasus, dengan 365 kasus di antaranya telah diselesaikan. Barang bukti yang diamankan meliputi 18,1 kilogram sabu, 16,4 kilogram ganja, dan 4.768 butir ekstasi.

Dari pengungkapan tersebut, Polda Babel memperkirakan sebanyak 8.612 jiwa berhasil diselamatkan, dengan potensi kerugian negara yang dapat dicegah mencapai sekitar Rp 29,5 miliar.

Sepanjang tahun 2025, Polda Babel juga melaksanakan 10 operasi kepolisian. Di antaranya Operasi Antik Menumbing yang berhasil mengungkap 52 kasus narkoba, serta Operasi Tertib Tambang yang membongkar 52 kasus illegal mining dan menyelamatkan kerugian negara sebesar Rp 3,8 miliar.

Selain itu, Operasi Lilin Menumbing dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru melibatkan 2.003 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait.

Dalam bidang pembinaan masyarakat, Polda Babel melaksanakan 426 kegiatan Binmas, seperti Jumat Berkah, Binmas Bersholawat, dan sambang tokoh masyarakat. Polda Babel juga mendukung program ketahanan pangan melalui penanaman jagung di lahan seluas 541,22 hektare hingga 2026, serta program Makan Bergizi Gratis bagi 2.702 penerima manfaat di sembilan lokasi.

Di internal organisasi, Polda Babel memberikan 311 penghargaan kepada personel berprestasi. Namun, tercatat pula 188 personel melakukan pelanggaran, dengan 19 di antaranya dikenai sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Atas kinerja tersebut, Polda Babel meraih sejumlah penghargaan nasional, termasuk masuk lima besar terbaik Polda Kelompok A dalam Kompolnas Awards 2025 serta predikat Pelayanan Prima dari Ombudsman RI dan Kapolri untuk beberapa Polres jajaran.

Menutup rilis akhir tahun, Kapolda Babel menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, dan penegakan hukum demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat di Kepulauan Bangka Belitung.

Share

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *