Kapolda Babel Ingatkan Warga, Cuaca Kering Tingkatkan Risiko Karhutla

BABEL,VISSIONNEWS.COM — Masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring kondisi cuaca kering yang diprediksi masih terjadi hingga akhir September 2026.

Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Irjen Pol Viktor T Sihombing mengatakan, kondisi cuaca tersebut membutuhkan kesiapan dan kerja sama seluruh pihak untuk mencegah terjadinya kebakaran.

Menurut Viktor, potensi kebakaran tidak hanya mengancam kawasan hutan, tetapi juga lahan milik masyarakat dan area perkebunan.

“Situasi ini memaksa kita untuk semakin berkolaborasi, mengantisipasi terjadinya kebakaran di lahan-lahan masyarakat, di perkebunan, di hutan, dan yang lainnya,” ujar Viktor, Rabu (9/9/2026).

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya karhutla, satgas yang telah dibentuk tetap disiagakan. Kepolisian juga memastikan berbagai sarana dan prasarana pendukung telah dipersiapkan untuk menghadapi kondisi darurat.

Tak hanya mengandalkan peralatan pemadam yang tersedia, jajaran kepolisian juga melakukan sejumlah penyesuaian terhadap fasilitas yang dimiliki. Langkah itu dilakukan agar personel dapat bergerak lebih cepat ketika kebakaran terjadi di wilayah yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

“Termasuk sarana prasarana. Bahkan kita memodifikasi sarana yang ada bagaimana supaya lebih mudah,” katanya.

Salah satu inovasi yang disiapkan berada di tingkat polsek dan polres. Kendaraan roda dua yang digunakan Bhabinkamtibmas disiapkan dengan membawa persediaan air sehingga dapat digunakan untuk menjangkau titik kebakaran yang berada jauh dari akses kendaraan besar.

“Polsek-polsek, polres sekarang menyiapkan motor-motor Bhabinkamtibmas itu dengan air. Jadi sewaktu-waktu saat nanti dibutuhkan, mereka bisa lebih masuk ke dalam lagi untuk memadamkan,” jelas Viktor.

Meski kesiapan aparat terus diperkuat, Viktor menilai pencegahan karhutla tidak akan maksimal tanpa keterlibatan masyarakat. Ia meminta warga mengurangi aktivitas yang berpotensi menjadi sumber api, terutama selama cuaca kering.

Kapolda secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan metode pembakaran. Aktivitas membakar sampah juga diminta untuk dihindari karena api dapat dengan mudah merambat dan sulit dikendalikan dalam kondisi lingkungan yang kering.

“Di balik itu semuanya, sebenarnya kita mengimbau. Dengan kondisi seperti ini, sebaiknya kita menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar. Atau bahkan membakar sampah pun itu juga harusnya dijaga untuk tidak dilakukan,” tegasnya.

Viktor berharap kesadaran masyarakat serta koordinasi antara aparat, pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat. Dengan langkah pencegahan tersebut, potensi munculnya titik api dan meluasnya karhutla selama periode cuaca kering diharapkan dapat ditekan.

Share

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *