Festival Melayu Ketapik Siap Meriahkan Kacung, Tiga Musisi Jadi Bintang Malam Puncak

BANGKA BARAT,VISSIONNEWS.COM — Desa Kacung, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, bersiap menjadi pusat perayaan budaya dan hiburan melalui Festival Melayu Ketapik yang berlangsung selama tiga hari, mulai 30 Oktober hingga 1 November 2026.
Berlokasi di kawasan Bintang Pratama Faram (BPF), festival ini menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari pertunjukan seni tradisional, penampilan band lokal, bazar UMKM, hingga aksi sosial. Perhelatan tersebut juga menjadi bagian dari momentum peringatan Bulan Pemuda.

Mengusung tema Melayu Ketapik, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya lokal sekaligus menjaga eksistensi tradisi Melayu di tengah perkembangan zaman. Pemilihan Desa Kacung sebagai lokasi acara turut memperkuat kedekatan festival dengan identitas dan kehidupan masyarakat setempat.

Tidak hanya menyasar pencinta musik, Festival Melayu Ketapik juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jangkauan pasar. Sejumlah stan UMKM akan hadir menawarkan produk kuliner dan berbagai hasil kreativitas masyarakat dari sejumlah wilayah di Bangka.

Dari sisi hiburan, pengunjung akan disuguhkan berbagai penampilan yang memadukan unsur tradisional dan modern. Tari kreasi budaya serta pencak silat kampung menjadi bagian dari agenda seni, disertai festival band indie yang memberikan kesempatan kepada musisi lokal untuk unjuk kemampuan.

Sejumlah penampil yang dijadwalkan meramaikan festival di antaranya Klaki Band, Morning Soul, Argha Music, dan Candela Band Cilik. Kehadiran mereka diharapkan menambah semarak acara sekaligus menjadi wadah bagi talenta daerah untuk tampil di hadapan publik.

Rangkaian kegiatan juga mencakup senam bersama dan donor darah yang dilaksanakan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Agenda ini memperlihatkan bahwa festival tidak hanya berfokus pada hiburan, tetapi juga memberikan ruang bagi aktivitas sosial dan kebersamaan masyarakat.

Antusiasme masyarakat diperkirakan meningkat pada hari terakhir penyelenggaraan, Minggu, 1 November 2026. Pada malam puncak tersebut, panggung Festival Melayu Ketapik dijadwalkan menghadirkan tiga musisi, yakni Trisuaka, Zinidin Zidan, dan Ipank.

Penampilan ketiganya menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan dalam festival ini. Masyarakat dapat menikmati pertunjukan musik sekaligus menghabiskan waktu bersama keluarga dan komunitas dalam suasana perayaan budaya.

Festival Melayu Ketapik diselenggarakan oleh Sekaban Production dengan Silo Sandro sebagai ketua pelaksana.

Silo menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Selain menghadirkan hiburan, festival diharapkan mampu mempertemukan pelaku budaya, musisi, komunitas kreatif, dan pelaku UMKM dalam satu ruang kegiatan.

Semangat Bulan Pemuda juga menjadi landasan dalam pelaksanaan acara. Keterlibatan generasi muda diharapkan dapat mendorong lahirnya kreativitas sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.

Melalui perpaduan seni tradisional, musik modern, pemberdayaan UMKM, dan kegiatan sosial, Festival Melayu Ketapik diharapkan menjadi salah satu ruang promosi potensi lokal Bangka Barat.

Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat tidak hanya diajak menikmati hiburan, tetapi juga mengenal lebih dekat identitas budaya Melayu Ketapik serta mendukung perkembangan usaha dan kreativitas warga Desa Kacung.(*)

Share

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *