Dalam suasana dialog bersama jamaah, salah satu persoalan yang mencuat adalah sulitnya mendapatkan pekerjaan. Seorang pengurus masjid menyampaikan bahwa terdapat warga lulusan perguruan tinggi yang hingga kini belum memperoleh pekerjaan.
Mendengar keluhan tersebut, Kapolresta langsung memberikan respons dengan meminta agar identitas dan data warga yang bersangkutan dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).
Upaya ini diharapkan dapat membantu warga memperoleh akses terhadap informasi lowongan pekerjaan, pelatihan keterampilan, maupun program ketenagakerjaan lainnya yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan kompetensi yang dimiliki.
Kapolresta juga mengimbau masyarakat untuk aktif menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya warga yang sedang membutuhkan pekerjaan. Dengan adanya pendataan dan koordinasi lintas instansi, diharapkan berbagai persoalan sosial dapat dicarikan jalan keluar secara bersama-sama.
Menurutnya, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak sebatas menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Lebih dari itu, Polri juga berupaya membangun komunikasi, memahami kebutuhan masyarakat, serta menjembatani persoalan yang membutuhkan penanganan bersama instansi terkait.
Melalui program Jumat Keliling, Polresta Pangkalpinang terus mendorong terjalinnya hubungan yang dekat antara kepolisian dan masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) yang aman dan kondusif di wilayah Kota Pangkalpinang.
Dari kegiatan sederhana di lingkungan masjid, berbagai aspirasi masyarakat dapat disampaikan secara langsung, termasuk persoalan sosial yang membutuhkan perhatian dan tindak lanjut nyata.










