Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda merupakan simbol persatuan yang lahir dari kesadaran untuk mengesampingkan perbedaan demi kepentingan bangsa. Semangat tersebut, kata dia, perlu terus diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Saparudin menyebut terdapat tiga nilai utama yang perlu ditanamkan kepada generasi muda, yakni patriotisme, kegigihan, dan empati. Ketiga nilai itu dinilai saling berkaitan dalam membentuk pribadi yang mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa sekaligus menjaga kepedulian sosial.
Menurutnya, patriotisme harus ditunjukkan melalui pengabdian dan kontribusi nyata bagi negara, bukan sekadar diucapkan. Sementara itu, kegigihan tercermin dari kemampuan menghadapi tantangan, belajar dari kegagalan, serta terus berusaha meraih tujuan meski dihadapkan pada berbagai kesulitan.
Di sisi lain, empati menjadi landasan agar generasi muda tidak hanya berorientasi pada pencapaian pribadi, tetapi juga peka terhadap kondisi dan kebutuhan orang-orang di sekitarnya.
“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya, kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya, dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” tegas Saparudin.
Ia juga mendorong para pemuda agar berani menetapkan cita-cita besar dan bekerja keras untuk mewujudkannya. Namun, keberhasilan dan kemampuan memimpin, menurutnya, harus tetap diimbangi dengan kerendahan hati serta kemauan untuk melayani masyarakat.
“Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani. Generasi yang mampu berdiri tegak untuk bangsanya, sekaligus mengulurkan tangan kepada sesamanya,” pesannya.
Lebih lanjut, Saparudin mengajak generasi muda menjadikan ilmu pengetahuan, hasil karya, dan pengorbanan sebagai bentuk kontribusi konkret bagi Indonesia. Ia berharap momentum peringatan Sumpah Pemuda dapat memperkuat tekad bersama untuk membangun bangsa yang maju tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan.
Menutup amanatnya, Saparudin menyampaikan ucapan selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, terutama kaum muda, untuk terus menjaga persatuan dan mengambil peran dalam pembangunan melalui semangat pengabdian serta kepedulian sosial.
“Mari kita bangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan,” pungkasnya.










