PANGKALPINANG,VISSIONNEWS.COM — Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mengintensifkan kegiatan gotong royong sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, dan tertata. Program tersebut kini dilaksanakan secara rutin dua kali dalam sepekan dengan melibatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN).
Kepala DLH Kota Pangkalpinang, Fahrizal, menjelaskan bahwa pelaksanaan gotong royong dibagi menjadi dua pola. Setiap hari Selasa, kegiatan difokuskan pada kebersihan lingkungan kantor masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), sedangkan setiap Jumat seluruh peserta diarahkan ke lokasi tertentu yang membutuhkan penanganan bersama.
“Untuk hari Selasa, masing-masing OPD membersihkan area kantornya. Sementara pada hari Jumat kita turun bersama ke titik yang sudah ditentukan. Pekan ini kegiatannya dipusatkan di kawasan Pasar Pagi,” ujar Fahrizal, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan kota, tetapi juga membangun kepedulian ASN terhadap kondisi lingkungan melalui keterlibatan langsung di lapangan.
Sejak mulai dilaksanakan sekitar tujuh bulan lalu, kegiatan gotong royong telah menjangkau puluhan lokasi di berbagai wilayah Kota Pangkalpinang. Dengan pelaksanaan yang berlangsung empat kali dalam sebulan, sedikitnya 28 titik telah dibersihkan secara bergantian.
Berbagai lokasi yang menjadi sasaran meliputi kawasan yang dipenuhi sampah liar, fasilitas umum yang memerlukan penataan, hingga ruang terbuka hijau yang membutuhkan pemeliharaan. Sejumlah kawasan seperti Menara Air, Pasar Pagi, Tampui, Inang Pubok, dan Alang-alang Anggun Pura telah menjadi bagian dari program tersebut.
Selain membersihkan sampah, petugas juga melakukan pemangkasan rumput, penataan taman, serta perawatan pohon agar kawasan tetap terlihat rapi dan nyaman.
Fahrizal mengatakan, kondisi musim kemarau membuat pertumbuhan rumput lebih cepat dibandingkan tanaman yang baru ditanam. Karena itu, perawatan rutin terus dilakukan, sementara penyulaman pohon akan dilaksanakan saat memasuki musim penghujan.
Di samping program kebersihan, DLH juga tengah mempersiapkan pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati). Ruang terbuka hijau tersebut dirancang sebagai kawasan konservasi yang menampilkan berbagai tanaman buah serta flora endemik khas Bangka Belitung.
“Taman Kehati nantinya akan menjadi miniatur keanekaragaman hayati daerah. Ini juga merupakan bagian dari upaya memenuhi arahan pemerintah pusat agar setiap daerah memiliki kawasan Kehati dengan luas minimal tiga hektare,” jelasnya.
Tak hanya itu, DLH juga menargetkan penataan taman kota melalui peningkatan sistem pencahayaan. Prioritas awal adalah menerangi titik-titik yang masih minim lampu untuk meningkatkan keamanan masyarakat, sebelum dilakukan penambahan lampu dekoratif guna memperindah kawasan.
Untuk mendukung rencana tersebut, DLH akan berupaya menggandeng dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sehingga penataan ruang publik dapat dilakukan secara bertahap.










