PANGKALPINANG,VISSIONNEWS.COM – Pemerintah Kota Pangkalpinang menegaskan pentingnya data statistik sebagai pijakan utama dalam merancang kebijakan pembangunan yang efektif, terukur, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Pangkalpinang, Juhaini, saat mewakili Wali Kota Pangkalpinang pada kegiatan Rilis Berita Resmi Statistik yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang, Senin (3/8/2026).
Dalam sambutannya, Juhaini mengatakan peringatan Bulan Kemerdekaan menjadi momentum untuk memperkuat semangat membangun bangsa melalui kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, tantangan pembangunan saat ini tidak lagi berkaitan dengan perjuangan merebut kemerdekaan, melainkan bagaimana memastikan setiap kebijakan pemerintah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, penyusunan program pembangunan harus didukung oleh data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Di era sekarang, tantangan kita bukan lagi merebut kemerdekaan, tetapi memastikan kemerdekaan tersebut mampu menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Salah satu caranya adalah melalui kebijakan yang disusun berdasarkan data yang valid, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Juhaini.
Ia menilai rilis statistik yang diselenggarakan BPS memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar menyampaikan angka kepada publik. Informasi yang disajikan menjadi gambaran kondisi daerah sekaligus bahan penting dalam menentukan arah pembangunan ke depan.
Berbagai indikator yang dirilis, lanjutnya, mencerminkan kondisi riil masyarakat, mulai dari perkembangan ekonomi, daya beli, hingga kualitas hidup. Oleh sebab itu, data statistik harus dipandang sebagai fondasi dalam menghasilkan kebijakan publik yang berkualitas.
“Statistik bukan sekadar kumpulan angka, melainkan fondasi lahirnya kebijakan publik yang berkualitas. Semakin baik kualitas data yang kita miliki, semakin tepat pula arah pembangunan yang dapat kita susun,” ujarnya.
Juhaini juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini, seperti ketidakpastian ekonomi global, perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, hingga pesatnya perkembangan teknologi digital. Kondisi tersebut, katanya, menuntut pemerintah mengedepankan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).
Menurutnya, data statistik menjadi referensi penting dalam mendukung berbagai kebijakan strategis Pemerintah Kota Pangkalpinang, mulai dari pengendalian inflasi, penguatan sektor perdagangan dan jasa, pemberdayaan UMKM, peningkatan investasi, pengembangan ekonomi kreatif, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Data yang dirilis hari ini akan menjadi referensi penting dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Selain menjadi dasar perencanaan, data statistik juga berfungsi sebagai instrumen evaluasi terhadap efektivitas program pembangunan yang telah dijalankan.
“Dengan data kita dapat mengukur apakah program yang dilaksanakan telah tepat sasaran, apakah manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, sekaligus mengetahui bagian mana yang masih perlu diperbaiki,” jelasnya.
Juhaini menambahkan, Pemerintah Kota Pangkalpinang terus mendorong terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan melalui penguatan ekonomi kerakyatan, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, memperluas investasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mempercepat digitalisasi pemerintahan.
Ia juga mengajak seluruh organisasi perangkat daerah membangun budaya kerja yang mengedepankan pemanfaatan data pada setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi.
“Kami meyakini pembangunan yang berkualitas bukan diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi dari besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu budaya pengambilan keputusan berbasis data harus terus diperkuat,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Juhaini turut menyampaikan apresiasi kepada BPS Kota Pangkalpinang atas konsistensinya menjaga profesionalisme, independensi, dan kredibilitas dalam menghasilkan data statistik resmi.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan BPS semakin erat sehingga kebutuhan data pembangunan dapat dipenuhi secara optimal. Tidak hanya pemerintah, hasil statistik juga diharapkan dimanfaatkan oleh kalangan akademisi, pelaku usaha, peneliti, media, hingga masyarakat sebagai dasar melahirkan inovasi dan solusi bagi pembangunan daerah.
“Semakin banyak pihak yang memanfaatkan data statistik, semakin besar peluang terciptanya inovasi, kolaborasi, dan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan di Kota Pangkalpinang,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Juhaini mengajak seluruh pemangku kepentingan memanfaatkan semangat Bulan Kemerdekaan untuk memperkuat komitmen membangun budaya pengambilan keputusan berbasis data demi mewujudkan Pangkalpinang yang semakin maju, berdaya saing, sejahtera, dan berkelanjutan.










