BABEL,VISSIONNEWS.COM – DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan mendukung rencana pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Stroke di daerah. Namun, lembaga legislatif itu menolak apabila proyek tersebut dibiayai melalui skema pinjaman daerah maupun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dinilai masih dalam kondisi terbatas.
Keputusan tersebut diambil dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Babel yang membahas surat usulan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung terkait rencana pembiayaan pembangunan rumah sakit tersebut.
Ketua DPRD Babel menjelaskan, secara teknis pembahasan semestinya dilakukan oleh komisi yang membidangi persoalan tersebut. Namun, melalui keputusan Badan Musyawarah (Banmus), pembahasan akhirnya diserahkan kepada Badan Anggaran.
“Pada prinsipnya DPRD mendukung pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Stroke karena menjadi kebutuhan masyarakat. Namun, kami tidak menyetujui apabila pembangunannya menggunakan skema pinjaman ataupun membebani APBD, mengingat kondisi keuangan daerah saat ini masih belum ideal,” ujarnya, Senin (3/8/2026).
Sebagai alternatif, DPRD mendorong pemerintah daerah bersama pemerintah kabupaten dan kota untuk memperjuangkan pencairan dana royalti timah yang hingga kini masih berada di pemerintah pusat.
Menurutnya, potensi dana royalti timah yang dapat diperoleh Bangka Belitung mencapai sekitar Rp2,1 triliun dan dinilai dapat menjadi sumber pembiayaan pembangunan yang lebih aman tanpa menambah beban utang daerah.
Sementara itu, usai mengikuti rapat tertutup Badan Anggaran DPRD Babel, Ferry Apriyanto memilih tidak memberikan banyak komentar terkait hasil pembahasan.
Meski demikian, Ferry menyampaikan bahwa rencana pembiayaan pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Stroke akan mengikuti mekanisme pembahasan anggaran sesuai Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas serta Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Nantinya akan berproses di TAPD dan Banggar dalam pembahasan APBD, kemudian hasilnya akan disampaikan lebih lanjut,” kata Ferry.










